Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 September 2023 | 03.19 WIB

Dokter Gadungan Susanto Hendak Mendaftar ke Klinik PT Freeport Indonesia, Pakai Nama dokter Anggi Yurikno

Susanto, dokter gadungan yang menggunakan nama dr. Anggi Yurikno saat menipu RS PHC Surabaya agar bisa diterima./Jawa Pos - Image

Susanto, dokter gadungan yang menggunakan nama dr. Anggi Yurikno saat menipu RS PHC Surabaya agar bisa diterima./Jawa Pos

JawaPos.com – Sebelum kontraknya di klinik occupational health and industrial hygiene (OHIH) PT Pelindo Husada Citra (PHC), Cepu, habis, Susanto hendak melamar ke klinik kesehatan PT Freeport Indonesia. Saat mendaftar, dia memakai identitas dokter lain, yaitu dokter Anggi Yurikno (AY).

Temuan itu disampaikan Aziz Asopari, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bandung. Menurut Aziz, dirinya dilapori Anggi, dokter di Rumah Sakit Umum (RSU) Karya Pangalengan Bhakti Sehat, Bandung.

Dokter Anggi sebelumnya mendapat informasi dari temannya sesama dokter yang bekerja di klinik PT Freeport.

”Setelah lamaran masuk, ada teman dokter AY yang menanyakan apakah betul melamar di Freeport. Ternyata nama dokter AY dipakai Susanto,” ungkap Aziz kemarin (14/9).

IDI akhirnya menelusuri temuan tersebut. Hingga kemudian, didapati fakta bahwa Susanto menggunakan identitas dokter Anggi untuk bekerja di klinik PT PHC di Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Ketua IDI Blora Saifudin Jamil menyatakan, nama dokter Anggi yang dipakai Susanto untuk bekerja di Cepu tidak tercatat di IDI Blora.

Sebab, PHC tidak melaporkan praktik Susanto kepada IDI. ”Karena klinik PHC juga tidak terdaftar di Dinkes Blora,” ujar Saifudin.

Wakil Sekjen Pengurus Besar (PB) IDI Telogo Wisnu menjelaskan, Susanto berpraktik sebagai dokter gadungan sejak 2006.

Susanto memulainya sebagai dokter di salah satu rumah sakit di Grobogan, Jawa Tengah. Selama tiga tahun di sana, Susanto juga aktif sebagai dokter di Palang Merah Indonesia (PMI).

Susanto muncul lagi dengan menjadi dokter kandungan di rumah sakit di Kandangan, Kalimantan Selatan. Perbuatannya terungkap setelah lima hari bekerja. Sebab, dia terlihat gugup saat akan melakukan operasi.

”Ketika akan operasi, dia tidak seperti dokter lain. Perawat curiga. Pihak rumah sakit menghubungi polisi,” jelas Telogo. (gas/c14/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore