
Gerbang menuju Kab. Gresik. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com – Angka kematian mendadak selama masa pandemi Covid-19 kembali bertambah. Yang terbaru, seorang pelatih silat juga meninggal dunia secara mendadak. Bahkan, saat itu korban sedang melatih sejumlah muridnya di Desa Punduttrate, Benjeng. Korban diketahui bernama Imam Asfihani, warga Desa Metatu, Benjeng, Gresik.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos, peristiwa itu terjadi pada Sabtu lalu (24/10). Korban diduga meninggal karena terkena serangan jantung. Padahal, usia korban masih sangat muda. Imam baru berumur 19 tahun. Yang jelas, kejadian itu menambah daftar panjang korban mati mendadak. Selama Oktober saja, setidaknya tercatat sudah ada enam kasus.
Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa saat itu korban sedang melatih sejumlah muridnya di sebuah lahan kosong yang berada di Desa Punduttrate. ’’Dugaan sementara memang karena serangan jantung. Betul, usia korban juga masih sangat belia. Baru 19 tahun,’’ jelasnya.
Ketika peristiwa itu terjadi, lanjut Lukman, korban bersama sejumlah muridnya sedang berlatih teknik pernapasan. Lalu, tiba-tiba korban jatuh ke belakang dan mengalami kejang-kejang. Tentu saja, kejadian itu membuat sejumlah muridnya kaget. Mereka langsung menghampiri dan bergegas membawa korban ke Puskesmas Benjeng.
Nahas, dalam perjalanan menuju puskesmas, nyawa korban tidak tertolong. Korban meninggal dunia. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat dan keluarga korban. Menurut Lukman, pihak keluarga sudah merelakan kepergian korban. ’’Hasil otopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keluarganya sudah ikhlas dengan membuat surat pernyataan,’’ paparnya.
Seperti pernah diberitakan, sebelumnya dokter spesialis jantung dr Nia Dyah Rahmianti SpJP menjelaskan, kematian mendadak biasanya memang bermula dari masalah pada jantung. Dia juga menyebutkan, fenomena banyaknya kasus itu mungkin juga efek dari pandemi Covid-19. Nia menyatakan, selama masa pandemi, kunjungan warga ke rumah sakit cenderung menurun. Begitu pula para pasien jantung. Pasien yang sebelum masa pandemi rutin untuk kontrol, belakangan mereka menjadi loss to follow-up. ’’Serangan jantung itu bisa datang tanpa diketahui,” katanya.
---
DATA KEMATIAN MENDADAK SELAMA OKTOBER 2020
6 Oktober: Darman meninggal saat beraktivitas di sawah wilayah Kecamatan Dukun.
11 Oktober: Heru Sumarsono meninggal di kamar kos wilayah Kecamatan Driyorejo, dan Multasam meninggal di sebuah gubuk persawahan di wilayah Kecamatan Panceng.
15 Oktober: Heri Agus Supriyadi meninggal di rumah kontrakan wilayah Kecamatan Manyar.
18 Oktober: Kasmono meninggal di rumah di wilayah Kecamatan Wringinanom.
24 Oktober: Imam Asfihani meninggal di lahan kosong di wilayah Kecamatan Benjeng.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=-FWRmQ9wdSc&ab_channel=jawapostvofficial

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
