
SELESAI LEBIH CEPAT: Kondisi terakhir pembangunan flyover Krian kemarin (10/9). Diperkirakan tuntas pada November.
JawaPos.com - Fisik flyover Krian sudah tampak megah berdiri. Dari ujung ke ujung sudah tersambung. Bahkan, flyover itu sudah bisa dilewati. Jika lancar, pekerjaan mayor atau utama bisa tuntas akhir November mendatang.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Flyover Krian Bachruni Aryawan mengatakan, sampai saat ini progres pembangunan sudah mencapai 85 persen. Kondisi fisiknya memang telah tersambung. Pengecoran di atas permukaan jembatan juga sudah dilakukan.
’’Saat ini sudah on target. Proyeksi kami, pekerjaan mayor bisa tuntas November nanti,’’ katanya.
Sisanya, petugas tinggal menyelesaikan pekerjaan minor seperti ornamen jembatan, railing atau pagar, dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang flyover. Dengan begitu, akhir Desember flyover tersebut bisa tuntas terbangun.
’’PJU dan penataan lampu butuh waktu agak lama sehingga dalam waktu dekat juga mulai digarap,’’ katanya. Pengerjaan tersebut beriringan dengan pengerjaan badan utama flyover.
Di tengah penuntasan flyover, pekerja saat ini masih merampungkan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) tepat di sisi timur flyover. Karena itu, Jalan Kyai Mojo tepat sebelum perlintasan kereta api masih ditutup. Pekerja juga masih menyelesaikan pembangunan drainase.
’’Targetnya, JPO sepanjang 20 meter itu bisa selesai Desember,’’ ujarnya. Artinya, tuntas beriringan dengan pekerjaan utama flyover.
Karena itu, Jalan Kyai Mojo yang melintasi rel kereta api JPL 64 Krian sampai saat ini masih ditutup untuk mobil. ’’Motor bisa, tapi ada pengaturan. Saran kami, tetap lewat jalan alternatif,’’ tuturnya.
Sarannya, kendaraan dari Sidoarjo yang lewat Wonoayu, sebelum area flyover, diarahkan belok kiri melewati Jalan Empu Gandring hingga depan kantor Koramil Krian dan tembus Jalan Ki Hajar Dewantoro, Krian.
Sementara itu, pengendara dari utara bisa melewati Jalan Basuki Rahmad, melintasi depan Kelenteng, Krian; dan Jalan Ki Hajar Dewantoro, Krian.
Bachruni menyebut setelah tuntas seluruhnya, pihaknya melakukan uji kelayakan jalan. Termasuk menilai apakah rambu yang terpasang di area flyover sudah sesuai standar.
’’Sesuai jadwal, uji kelayakan dilakukan pada Januari 2024,’’ katanya. Setelah layak uji, perkiraannya pertengahan Januari jalan layang tersebut sudah bisa digunakan. (uzi/c7/any)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
