Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2020 | 01.20 WIB

Susuri Sungai Wonorejo di Pamurbaya, MA Terusik Limbah dan Sedimentasi

Machfud Arifin saat menyusuri Sungai Wonorejo. (Tim Machfud Arifin for JawaPos.com) - Image

Machfud Arifin saat menyusuri Sungai Wonorejo. (Tim Machfud Arifin for JawaPos.com)

JawaPos.com - Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin (MA) prihatin dengan kondisi muara Sungai Wonorejo. Itu setelah dia mengunjungi sungai yang bermuara di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya), Sabtu (3/10). Sungai tercemar parah. Air menghitam dan tercium bau busuk. Sungai pun dangkal karena sedimentasi yang tidak teratasi.

Sepanjang pagi, Machfud Arifin berkeliling Sungai Wonorejo hingga bibir pantai menggunakan perahu kecil. Ditemani istrinya dan sejumlah anggota timnya, Machfud Arifin melihat langsung betapa mendesaknya revitalisasi sungai dan kawasan tersebut.

”Kondisi Sungai Wonorejo ini begitu memprihatinkan,” kata pasangan Mujiaman di Pilwali Surabaya itu. ”Secara kasat mata, kita bisa melihat betapa tingginya pencemaran di sini. Baunya juga tidak enak,” lanjutnya.

Machfud menegaskan, secepatnya kondisi itu harus ditangani. Jika tidak, maka akan berdampak pada biota sungai maupun kawasan laut yang menjadi muara sungai.  Ikan tidak akan hidup dengan baik. Itu akan berpengaruh pada warga yang menggantungkan hidup dari sana. Baik nelayan, petambak, maupun warga lain yang mencari nafkah dari sana.

”Jika air tercemar, maka ikan tidak akan bisa hidup. Akibatnya, nelayan harus mencari ikan lebih jauh ke tengah laut, ini tentu saja memberatkan nelayan, dari segi biaya maupun risiko lainnya,” papar Machfud Arifin.

Air yang tercemar juga akan membuat repot para petambak yang ada di kawasan Pamurbaya. Sebab, mereka mengandalkan air dari kawasan pantai untuk tambak mereka. Pembibitan sulit dilakukan, pun demikian halnya dengan pembiakan ikannya.

Photo

Machfud Arifin melihat langsung sedimentasi yang membuat sungai Wonorejo dangkal. (Tim Machfud Arifin for JawaPos.com)

Pun demikian halnya dengan sedimentasi. Endapan lumpur yang tidak dikeruk membuat sungai dangkal. Akibatnya, ekosistem air yang ada di sana tidak bisa berjalan dengan semestinya.

”Saya sudah berdiskusi dengan warga di sini. Mulai petambak, nelayan, maupun mereka yang menjadi korban areal konservasi yang dikelola tidak memperhatikan warga. Saya dan Pak Mujiaman akan menangani semua permasalahan ini, bila nanti mendapatkan amanah menjadi wali kota,” tegas Machfud Arifin.


Sungai Wonorejo yang bermuara di Pamurbaya memang salah satu sungai yang kondisi pencemarannya sangat buruk di Surabaya. Sering kali sungai berubah wujud menjadi lautan buih. Itu karena limbah rumah tangga ratusan ribu warga yang ada di kawasan Rungkut langsung dibuang ke sungai tanpa pengelolaan terlebih dahulu. Situasi yang terjadi sudah sangat lama dan tanpa solusi itulah yang nantinya akan dibenahi Machfud Arifin dan wakilnya Mujiaman.

Mujiaman yang lulusan Teknik Kimia ITS dan puluhan tahun bekerja di perusahaan air Jepang dan Amerika Serikat, punya pengalaman dan kemampuan untuk mengatasinya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=TU8ieDqsUJA&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore