TELATEN: Erwinda Prasetyo Yurisdita (kanan) bersama terapis Poli Batra Puskesmas Bangkingan Sendy Bramatia (kiri) memberikan pelatihan pijat bayi kepada Supartini kemarin (29/8).
Mengikuti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), orang tua diberi pemahaman tentang parenting dan gizi. Selama enam hari, mereka belajar dengan pengajar dari dinas dan lintas lembaga. Banyak yang mulai merasakan manfaatnya.
GALIH ADI PRASETYO, Surabaya
SUPARTINI memijat pelan jari mungil anaknya yang tertidur lelap dalam dekapan. Pijatan lembut dari tangan ibu ke anak itu tidak lain adalah tirakatnya untuk memacu tumbuh kembang anak keduanya, Athaya. Bocah 2 tahun itu sempat masuk kategori pra-stunting.
Pijatan tersebut merupakan arahan dari bidan ketika dia mengikuti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Supartini adalah 1 di antara 13 orang tua yang mengikuti SOTH di Kelurahan Bangkingan kemarin (29/8). Sejak pekan lalu, dia rajin datang ke kelurahan untuk ngangsu kawruh. ”Banyak tahu setelah dari sini. Makanan apa yang perlu ditambah, dikasih tahu semua,” katanya.
Supartini pun makin sayang kepada suami. Bukan perkara uang belanja yang bertambah, melainkan perhatian sang suami kepada anak. Ayah Athaya mau ikut mengasuh.
”Perhatian memang ada. Tapi, biasanya cuman bilang anak harus begini, jangan sampai kena ini-itu. Kayak mandor saja,” guyon Supartini sambil membuang muka menyembunyikan tawanya.
”Si bapak tak lagi merokok di dalam rumah,” lanjutnya.
Beda dengan kisah Sukarti. Peserta SOTH itu tidak sungkan mengajukan pertanyaan kepada bidan dari Rotary District 3420 Indonesia Erwinda Prasetyo Yurisdita. Dia curhat tentang anaknya yang sering sesak napas. Beberapa kali anaknya harus dirawat di rumah sakit.
Erwinda pun menyarankan untuk memijat kupu-kupu ke dada anak. Namun, ada rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar. Misalnya, tidak memijat anak saat badannya panas tinggi.
”Memijat ini tidak untuk menyembuhkan, tetapi meringankan. Misi kami sekarang adalah memaksimalkan tumbuh kembang anak,” paparnya.
Petugas pendamping DP3APPKB Surabaya Frederica Apriliana mengungkapkan, orang tua sadar betapa selama ini banyak kekeliruan dalam mendidik anak setelah ikut SOTH.
Misalnya, yang dia temui di wilayah lain. Ada orang tua yang keteteran mengasuh anaknya. Setelah ditelusuri, ternyata komunikasi ibu dan anak kurang pas.
”Setelah ikut SOTH, emosi orang tua bisa terkontrol. Yang biasanya marah-marah sekarang tidak. Anak pun akhirnya juga terbiasa meminta maaf saat melakukan kesalahan,” ujarnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
