Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2023 | 19.11 WIB

Tangani Lonjakan Harga Beras di Wilayah Jatim, Distribusikan Beras SPHP di 137 Pasar

Pekerja memanggul beras di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog memastikan bahwa stok beras di seluruh wilayah Indonesia aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Foto: Dery Ridwansah/ J - Image

Pekerja memanggul beras di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog memastikan bahwa stok beras di seluruh wilayah Indonesia aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Foto: Dery Ridwansah/ J

JawaPos.com – Kenaikan harga beras selama beberapa hari terakhir belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sebaliknya, jumlah daerah di wilayah Jatim yang harga berasnya melebihi harga eceran tertinggi (HET) bertambah.

Tak hanya terjadi pada beras medium, kenaikan harga juga terjadi pada beras premium. Kepala Bulog Kanwil Jatim Erwin Tora menjelaskan bahwa kenaikan harga beras paling tinggi ditemui di pasar tradisional.

’’Ada beras premium yang dijual Rp 14.200 per kilogram. Padahal, HET-nya hanya Rp 13.900,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, saat ini sejumlah solusi tengah digulirkan Bulog. Salah satunya lewat penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

Lewat kebijakan tersebut, Bulog mendistribusikan beras kemasan 5 kilogram ke pasar-pasar. Saat ini program tersebut sudah dilakukan di 137 pasar tradisional. Jumlah pedagang yang dipasok mencapai 600 orang. ’’Kami juga menyiapkan operasi pasar untuk masyarakat,’’ kata Erwin.

Sementara itu, berdasar pantauan tim Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Jatim di berbagai daerah, kenaikan harga beras terjadi di mayoritas kabupaten/kota.

Bahkan, saat ini harga beras di 12 daerah sudah melebihi HET. Lebih banyak daripada awal pekan lalu sebanyak sembilan daerah. Sementara itu, harga beras di daerah lain juga mengalami kenaikan, tapi belum sampai tembus HET.

Kepala Disperindag Jatim Iwan menjelaskan, pihaknya bersama Bulog terus memantau pergerakan harga beras. ’’Termasuk kami juga sudah menyiapkan operasi pasar untuk masyarakat jika memang diperlukan,” katanya kemarin.

Berdasar hasil evaluasi, kenaikan harga beras tak terlepas dari naiknya nilai gabah kering. Harga rata-rata dari petani sebelumnya Rp 6 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 7 ribu per kilogram. (hen/c12/ris)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore