
PERGI TIDAK KEMBALI: Petugas mengevakuasi jasad yang ditemukan di kebun tebu kawasan Desa Kemangsen, Balongbendo, kemarin (28/8).
JawaPos.com - Warga Dusun Pilang Selatan, Desa Kemangsen, Balongbendo, Sidoarjo dihebohkan dengan penemuan tengkorak dan tulang belulang manusia di ladang tebu sisi selatan rel kereta.
Misto adalah sosok yang menemukan tengkorak dan tulang tersebut. Saat itu pria 45 tahun tersebut datang ke sekitar TKP untuk mencari petai china atau lamtoro sekitar pukul 09.30. ’’Saya pas lihat bawah, ternyata ada tengkorak itu,’’ ujarnya.
Misto segera memanggil perangkat desa setempat untuk mengecek. Benar saja, ternyata tengkorak tersebut merupakan mayat yang sudah membusuk dan kemudian mengering. ’’Tidak bau mungkin karena kering, tinggal baju batik, kulit, sama celana panjang hitam,’’ ungkapnya.
Kepala Desa Kemangsen Abdul Rouf yang datang kemudian memanggil pihak Polsek Balongbendo untuk membantu evakuasi mayat tersebut. Rouf mengatakan bahwa mayat yang ditemukan mirip dengan ciri warga Dusun Sirapan, Kemangsen, yang hilang beberapa bulan lalu.
Kemudian, pihak Pemdes Kemangsen memanggil keluarga korban yang diketahui bernama Pranen dan berusia 76 tahun itu. ’’Dari baju memang mirip, pengurus RT tempatnya tinggal dan keluarga mengenali baju batik yang ada pada mayat,’’ jelasnya.
Menurut dia, Pranen dilaporkan hilang oleh keluarganya ke pemdes dan polisi pada 3 Mei lalu. ’’Sekitar hampir empat bulan tidak ada kabar,’’ ungkap Rouf. Diketahui, saat itu korban pamit kepada anak dan istrinya. Dia ingin menuju rumah saudaranya di Tropodo, Krian.
Akan tetapi, sampai keesokan harinya tidak ada kabar hingga keluarga melapor. ’’Bahkan, istrinya meninggal pada Juli lalu karena kepikiran menunggu suaminya yang hilang,’’ jelasnya.
Salah seorang anak korban yang hadir turut serta ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk keperluan otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui, sehari-hari kakek 76 tahun itu bekerja sebagai pembuat kandang ternak. ’’Almarhum sudah pikun. Kemungkinan karena tersesat itu, korban kemudian meninggal,’’ ujarnya.
Rouf juga mengatakan bahwa korban tidak bisa mengendarai sepeda maupun motor. ’’Sehingga jalan kaki, kondisi tua, dan pikun tadi,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Balongbendo Iptu Ali Mahmud mengungkapkan bahwa korban sudah diperiksa dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. ’’Nihil, tidak ada,’’ katanya singkat. Kematian korban diduga disebabkan kelelahan saat di perjalanan. (eza/c7/any)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
