Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2020 | 18.29 WIB

Senam di Simo Rejo, Eri Tak Mau Warga Jadi Penonton Kemajuan Surabaya

Eri Cahyadi senam bersama warga Simo Rejo, Sabtu (5/9). (Tim Eri for Jawa Pos) - Image

Eri Cahyadi senam bersama warga Simo Rejo, Sabtu (5/9). (Tim Eri for Jawa Pos)

JawaPos.com - Calon Wali Kota Surabaya dari PDI Perjuangan (PDIP) Eri Cahyadi punya data yang menarik. Dia menyebut kalau serapan tenaga kerja asal Surabaya terhadap lapangan kerja di Kota Pahlawan masih rendah. Menurutnya, pesatnya pembangunan Surabaya juga harusnya bisa memb uat warga tidak kesulitan mencari kerja.

“Banyak warga ber-KTP Surabaya yang menganggur, padahal kemajuan Surabaya ini sangat pesat. Akibatnya, warga Surabaya cuma jadi penonton pembangunan di kotanya sendiri,” kata Eri Cahyadi seusai senam bersama puluhan warga Simo Rejo di lapangan futsal RW 02 Simorejo, Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Sabtu (5/9).

Mantan kepala Bappeko itu tak ingin situasi seperti ini tetap terjadi. Itulah kenapa, para investor di Surabaya akan diwajibkan untuk mempekerjakan warga ber-KTP Surabaya. Sebenarnyam saat masih jadi birokrat, Eri Cahyadi sudah merintisnya.

Caranya, dengan mewajibkan hotel-hotel dan apartemen memiliki karyawan minimal 30 persen ber-KTP Surabaya. Nantinya, tak hanya hotel yang diwajibkan. Industri lainnya juga dengan persentase yang meningkat secara bertahap.

“Saya sudah membuat perjanjian dengan para investor yang akan membangun usaha, bahwa yang bekerja di situ sebagian besar harus ber-KTP Surabaya, warga Surabaya. Jadi biar semuanya rata. Warga Surabaya nggak hanya jadi penonton di kemajuan kotanya," katanya.

Eri menggelar senam bersama puluhan warga Simo Rejo yang rata-rata dari kalangan emak-emak. Mereka menempati lapangan futsal dan saling menjaga jarak serta mengenakan masker sesuai protokol kesehatan. Acara senam selain berdialog dengan warga juga untuk meningkatkan imunitas tubuh. “Keringet metu, corona amblas!" ujar Eri yang disambut tepuk tangan warga.

Eri juga meminta warga agar selalu melihat tetangganya. “Siapa yang belum bekerja, belum dapat BPJS, atau belum sekolah. Silahkan lapor ke Pemkot. Bu Risma dan saya siap menindaklanjutinya. Kita butuh masukan dan laporan untuk bisa tahu. Selain itu, perangkat desa sebisa mungkin harus bisa cangkrukan dengan warga," ujarnya.


Sementara itu Agus Leo, Relawan Eri Cahyadi Surabaya Barat menyatakan, banyak program Risma yang sudah terealisasi di di Simo Rejo. Leo percaya program ini bisa diteruskan Eri.

"Program Bu Risma seperti permakanan, posyandu, dan pavingisasi sudah berjalan. Harus diteruskan. Warga sini percaya Mas Eri bisa meneruskannya. Pun juga nantinya bisa meningkatkan lapangan ini, menjadi bisa untuk bermain bulu tangkis, tidak hanya futsal dan basket. Sesuai dengan jiwa muda Mas Eri yang prima dan doyan berolahraga," ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=1luGErNAVHE

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore