Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Agustus 2023 | 23.42 WIB

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi Sidak Lahan Kering di Desa Sentul Tanggulangin

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi meninjau lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Desa Sentul Tanggulangin, Kamis (24/8). - Image

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi meninjau lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Desa Sentul Tanggulangin, Kamis (24/8).

JawaPos.com–Ada beberapa wilayah di Jawa Timur memasuki musim kemarau, termasuk wilayah Sidoarjo. Sudah hampir dua bulan Sidoarjo tidak diguyur hujan. Kondisi itu sangat berimbas langsung ke petani.

Beberapa lahan pertanian di Sidoarjo siap panen mengalami kekeringan terancam gagal panen. Sebagian besar sudah mulai berbuah. Salah satu lahan pertanian yang mengalami kekeringan adalah di Desa Sentul Tanggulangin, yang ditinjau Wakil Bupati Sidoarjo Subandi, Kamis (24/8).

”Harus koordinasi dengan dinas terkait, selain itu perlu ada pembagian debit air dari hulu sampai hilir. Sayang kalau padinya mulai berbuah sementara pengairan tidak ada, sampai tanahnya mulai retak-retak,” ungkap Subandi.

Dia berharap dalam minggu ini sudah ada tindakan untuk mengatasi lahan pertanian yang kekurangan air. Sehingga, petani tidak rugi.

Wabup menyatakan, nanti kecamatan lain juga ditinjau. Untuk selanjutnya koordinasi dengan kabid pengairan, Dinas PU, dan Dinas Pertanian, untuk pemetaan wilayah, lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

”Kalau permasalahannya karena debit air yang kecil, coba nanti koordinasi untuk meningkatkan debit air, untuk dialirkan ke lahan di Sidoarjo,” tutur Subandi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Eni Rustianingsih menyebutkan, untuk total luas pertanian yang sudah tanam seluas 15 ribu hektare. Lahan yang kekeringan di Kecamatan Tanggulangin itu 105 hektare. Total lahan kekeringan di Sidoarjo kurang lebih 1.000 hektare.

”Lahan yang kekeringan di Sidoarjo terjadi di wilayah tengah karena kita hilir Brantas. seperti Sedati, Buduran, Gedangan, Waru, Taman. Untuk Sidoarjo bagian barat karena dekat dengan hulu,” jelas Subandi.

Dia menambahkan, cuaca ekstrem yang berakibat kekeringan efek dari fenomena El Nino. Lahan pertanian yang mengalami kekeringan, akan diupayakan untuk mendapat pengairan yang cukup, sehingga tidak sampai gagal panen.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore