
Ilustrasi, (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Universitas Ciputra (UC) tidak ingin proses belajar-mengajar secara online atau daring (dalam jaringan) berlangsung tidak optimal. Karena itu, kampus menyediakan fasilitas khusus pelatihan pembelajaran daring bagi seluruh dosen.
Rektor UC Yohannes Somawiharja mengatakan bahwa pelatihan pedagogi online berlangsung sejak Maret.
Tujuannya memaksimalkan pembelajaran secara daring dan menciptakan materi perkuliahan yang kreatif dan estetis. ’’Jadi, di masa pandemi yang banyak orang work from home (WFH, Red), dosen UC justru disibukkan pelatihan ini,” katanya kepada Jawa Pos pada Sabtu (27/6).
Menurut kolektor kain batik itu, pembelajaran secara online tidak sekadar memindahkan materi. Yang biasa diajarkan dengan sistem offline lalu dijadikan online. Belum lagi, lanjut Yohannes, tidak semua dosen mampu mengajar melalui daring.
Konten materi dan bagaimana membangun ikatan emosional antara dosen dan mahasiswa menjadi hal yang perlu diperhatikan. Yohannes mengatakan, materi yang disampaikan dosen harus menarik. Dengan demikian, mahasiswa tak bosan mengikuti pembelajaran secara daring. ”Masalah emosional juga, mungkin ada dosen yang senang bertatap muka karena ikatan emosional lebih terbangun,” tambahnya.
Pembelajaran secara daring diterapkan untuk 12 program studi. Termasuk prodi kedokteran. Yohannes menuturkan, materi pembelajaran yang ada praktik dimundurkan. ’’Diprioritaskan materi pembelajaran yang teori dulu lewat daring. Kalau nanti pandemi agak mereda, baru materi praktik bisa dilakukan,” jelasnya.
Kebijakan terkait finansial juga mendapatkan atensi dari Yohannes di masa tatanan baru (new normal). Kampus memindahkan alokasi dana ulititas yang tak termanfaatkan untuk memperbanyak beasiswa dan tunjangan. Kategori beasiswa tambahan juga dibuat. Salah satunya beasiswa khusus untuk putra-putri para pejuang kesehatan.
Sementara itu, Kepala Humas dan Biro Administrasi Kemahasiswaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) mengatakan bahwa sejak 10 Juni lalu, seluruh karyawan telah aktif di kampus. Tidak lagi WFH. ’’Dengan pertimbangan, tempat kerja di kampus sudah pas untuk jaga jarak juga (social distancing, Red),” terangnya kemarin.
Pada masa tatanan baru ini, Andi menyebutkan, fasilitas cuci tangan diperbanyak. Tempat cuci tangan diletakkan di depan unit-unit kerja. Hal itu akan mempermudah siapa pun untuk cuci tangan. ”UWKS memiliki 325 karyawan dan 5.000 mahasiswa aktif,” tambahnya.
Sama seperti UC, UWKS juga menerapkan pembelajaran secara daring. Pada 10 Juli mendatang, Andi menyatakan akan melakukan evaluasi terkait pembelajaran secara daring. Dia menambahkan, apakah mahasiswa akan aktif kembali belajar di kampus atau tidak. Menurut dia, kampus bakal mempertimbangkan kondisi pandemi.
NEW NORMAL DI UNIVERSITAS SWASTA
UC

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
