
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo bersama jajaran Direksi KAI dan EVP Daop 8 Surabaya meresmikan monumen Lokomotif D 301 80 di halaman Kantor KAI Daop 8 Surabaya, pada Selasa (22/8).
JawaPos.com–Terdapat pemandangan baru ketika berkunjung di Kantor KAI Daop 8 Surabaya, Jalan Gubeng Masjid No.1, Surabaya. Perbedaan terlihat dari hadirnya monumen Lokomotif D 301 80 dan ruang terbuka hijau di halaman Kantor KAI Daop 8 Surabaya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, pada Selasa (22/8), Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo bersama jajaran Direksi KAI dan EVP Daop 8 Surabaya Joko Widagdo didampingi manajemen Daop 8 Surabaya, meresmikan monumen Lokomotif D 301 80 di halaman Kantor KAI Daop 8 Surabaya.
Luqman Arif menjelaskan, proses seluruh pengerjaan dimulai sejak April. Pembangunan monumen itu dilatarbelakangi sebagai wujud untuk mengenang beroperasinya lokomotif seri D 301 80 di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia mulai 1962.
Pada 1962-1963, lokomotif dengan berat 28 ton dan bermesin hidrolis seri 2W1L4-15 yang memiliki daya 340 tenaga kuda, didatangkan dari Pabrik Fried Krupp Jerman oleh DKA (Djawatan Kereta Api) sebanyak 80 lokomotif secara bergelombang.
”Kehadiran lokomotif ini pada zamannya untuk melayani kereta api penumpang maupun barang di wilayah Pulau Jawa dan Madura. Dengan kekuatan tersebut, lokomotif ini mampu melaju hingga kecepatan 50 km/jam,” jelas Luqman.
Pada 2014, lokomotif itu dinyatakan tidak siap operasi. Melihat situasi tersebut, KAI Daop 8 Surabaya berinisiatif menjadikannya sebagai monumen di wilayah kerja KAI Daop 8 Surabaya, yang dilengkapi dengan landmark khas Kota Surabaya yang bertema wolu rodha.
Arti dari wolu itu sendiri merupakan penafsiran angka 8 (dalam bahasa Jawa wolu) yang merepresentasikan jumlah roda di lokomotif tersebut 8, wilayah kerja Daop 8 Surabaya, dan juga jumlah pilar yang terbagi menjadi 2 di sisi kanan dan kiri, dan tersambung menyerupai viaduk. Desain itu mengadopsi bentuk pintu masuk Monumen Tugu Pahlawan khas Kota Surabaya.
”Sedangkan arti dari rodha yakni roda yang didefinisikan pada roda kereta api yang berkarakter kuat dan fleksibel,” ujar Luqman.
Secara umum, lanjut dia, monumen itu memiliki gambaran pintu masuk Tugu Pahlawan yang terdiri atas 1 lengkungan (tersusun 8 pilar yang tersambung) dan terpampang dengan elegan Lokomotif D 301 80. Lebih lengkap lagi terdapat signage Daop 8 Surabaya yang diperindah dengan hiasan taman sebagai bentuk dukungan terhadap penghijauan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
