Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Agustus 2023 | 06.28 WIB

Jaga Kualitas Udara, Pemkot Surabaya Galakkan Kembali Gerakan Satu Jiwa Satu Pohon

Ilustrasi kawasan hutan kota di Pakal, Kota Surabaya. Diskominfo Surabaya/Antara - Image

Ilustrasi kawasan hutan kota di Pakal, Kota Surabaya. Diskominfo Surabaya/Antara

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan berbagai upaya untuk menjaga kualitas udara di Kota Pahlawan tetap bersih dan layak hirup. Upaya itu di antaranya, mulai dari penanaman 1.000 pohon setiap hari, cek rutin uji emisi kendaraan, hingga pemantauan udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, upaya pemkot menjaga kualitas udara agar tetap baik yaitu dengan cara melakukan penanaman 1.000 pohon setiap hari dan menggalakkan kembali gerakan Satu Jiwa Satu Pohon (Sajisapo).

”Kenapa itu kita lakukan? Karena kami nggak mau kondisi oksigen di Kota Surabaya ini (kualitasnya) berkurang. Maka dari itu, kami melakukan penanaman terus-menerus,” kata Hebi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/8).

Hebi menjelaskan, penanaman 1.000 pohon setiap hari dilakukan di seluruh wilayah Kota Surabaya. Utamanya, dilakukan penanaman pohon di kawasan yang tingkat lalu lintas kendaraannya tinggi. Seperti di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Margomulyo.

Menurut dia, penanaman ribuan pohon itu tidak asal dilakukan, karena DLH Kota Surabaya juga mempertimbangkan estetika agar sedap dipandang. ”Tanaman di Jalan Ahmad Yani akan diperbanyak, juga di Margomulyo. Kami mempertimbangkan estetika juga, misal terlalu banyak atau rapat kan nggak bagus,” jelas Hebi.

Ke depannya, DLH akan menggalakkan kembali gerakan Sajisapo di Kota Surabaya. Gerakan Sajisapo dilakukan di lingkungan perkampungan. Tak hanya itu, Agus Hebi Djuniantoro juga mengajak warga Surabaya peduli terhadap lingkungan sekitar dengan cara menanam pohon, baik tanaman perdu maupun semak.

”Jadi setiap ada bayi lahir, warga diwajibkan untuk menanam satu pohon,” ujar Agus Hebi Djuniantoro.

Hebi menyampaikan, masyarakat tidak khawatir terkait adanya kabar kualitas udara di Kota Surabaya buruk. Sebab, berdasar data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) per Januari-Agustus, 20 persen dalam kondisi baik dan 70 persen kondisi sedang alias masih layak hirup.

”Kondisinya baik dan sedang, belum parah, artinya masih sehat dan masih layak hirup. Jadi Surabaya saat ini masih baik-baik saja,” ucap Agus Hebi Djuniantoro.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore