Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2020 | 23.48 WIB

Colombo Diserbu Pemohon SIM, Datang Pukul 06.00, Dapat Nomor 247

Ruang foto Satpas Colombo hanya di isi empat meja untuk menerapkan protokol kesehatan, Selasa (9/6). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

Ruang foto Satpas Colombo hanya di isi empat meja untuk menerapkan protokol kesehatan, Selasa (9/6). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com – Satpas Colombo diserbu masyarakat Selasa (9/6). Mayoritas warga berdatangan untuk mengurus perpanjangan surat izin mengemudi (SIM). Sebab, layanan sudah cukup lama tutup. Mereka khawatir harus mengurus SIM dari awal atau membuat baru.

Novita Hapsari, salah seorang warga, menyatakan datang sekitar pukul 06.00. Dia menyebutkan bahwa saat itu sudah banyak yang mengantre. Warga Krembangan tersebut mendapat nomor antrean 247. ’’Datang pagi biar cepat selesai. Tetapi, ternyata antreannya sudah panjang,’’ ucapnya. Padahal, layanan baru dibuka pukul 08.00.

Kanitregident Polrestabes Surabaya AKP Yanto Mulyanto sudah memprediksi banyaknya pengurus SIM yang datang. Berdasar pengalaman, jumlah pengurus memang selalu banyak pada hari pertama kantor layanan SIM beroperasi setelah libur panjang.

Yanto menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya, menyiagakan personel untuk mengawasi antrean warga.

Sebab, pihaknya tetap harus menerapkan protokol kesehatan. ’’Harus ada jarak. Fungsi petugas yang mengawasi untuk mengingatkan agar pengurus tidak bergerombol,’’ jelasnya.

Tidak hanya mengatur jarak antrean. Dia juga mengharuskan pengurus memakai masker. Mereka juga menjalani pengecekan suhu badan ketika datang. ’’Wajib melaksanakan protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Yanto mengakui, sangat banyak pemohon yang datang. Namun, pihaknya belum berencana menambah kuota. Dia menyatakan bahwa kuota yang disediakan masih sama. Di Satpas Colombo, misalnya, setiap hari ada kuota seribu. ’’Memang membeludak, tapi masih tertib,’’ katanya.

Dia mengimbau masyarakat tidak buru-buru mengurus perpanjangan SIM. Yanto mengungkapkan bahwa dispensasi yang diberikan masih lama. SIM yang masa berlakunya habis saat layanan tutup bisa diurus sampai 31 Juli. ’’Khusus warga Surabaya,’’ tegas polisi dengan tiga balok di pundak tersebut. Warga yang berasal dari luar metropolis diberi toleransi sampai 30 Juni.

Yanto menuturkan, layanan SIM tidak hanya beroperasi di Satpas Colombo. Layanan lain ikut beroperasi. Misalnya, SIM corner dan SIM keliling. ’’Banyak pilihannya. Masyarakat bisa memilih sendiri mau mengurus perpanjangan di mana,’’ tuturnya.

Berdasar pantauan, antrean pengurus SIM tampak mengular di halaman Satpas Colombo. Mereka berbaris dengan jarak 1 meter. Ekor antreannya terlihat hampir memenuhi setengah halaman Satpas Colombo. Pemandangan yang sama tersaji di tempat psikotes. ’’Kami menambah enam petugas untuk melayani pengurus yang datang,’’ jelas penanggung jawab tes psikotes, Silvester Stiven Moniaga. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=0B3YaKIPQZ0

https://www.youtube.com/watch?v=RsW-wwi_NxY

https://www.youtube.com/watch?v=ubXCKYerBGU

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore