
PEMBUKTIAN: Sutrisno (kanan) menjadi saksi untuk terdakwa Kholilah yang pernah menjadi anak buahnya. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com – Kholilah, mantan karyawan CV Imperial Prima Food, didakwa menggelapkan uang perusahaan hingga Rp 950 juta. Modusnya, membuat nota palsu pembelian bahan baku makanan sehingga harganya lebih mahal daripada yang sebenarnya. Praktik tersebut dilakukan selama enam tahun, mulai 2012 hingga akhirnya diketahui pada 2018.
Terdakwa yang bekerja sebagai asisten purchasing diberi tugas membeli bahan mentah berupa bumbu dasar untuk diolah menjadi bahan setengah jadi. Dia membayar dan menerima pesanan dari supplier. Salah satunya, membeli bahan mentah berupa cakue kepada Mujiatin alias Bu Kris.
Praktik tersebut terungkap setelah Sutrisno sebagai kepala produksi mengeceknya. Saat itu, tidak ada perintah pembelian cakue sebagai bahan pembuatan lumpia mayones karena tidak ada produksi jajanan itu. Namun, ada nota pembelian cakue. Tulisan jumlah dan total harganya ditebalkan serta terdapat penambahan jumlah sehingga harganya menjadi lebih mahal.
Saat menjadi saksi, Sutrisno menyatakan, normalnya perusahaan tempatnya bekerja dalam sepekan membeli tiga sampai empat kali cakue sebanyak 100 biji. Namun, dalam nota tertulis 200 biji. ”Saya kaget kok ada cakue 200 dalam nota. Kok janggal beli 200 biasanya paling banyak saja 120. Ternyata tidak ada order, tapi ada nota,” ujar Sutrisno saat bersaksi dalam sidang di PN Surabaya kemarin (21/4).
Selain itu, terdakwa didakwa memalsukan nota pembelian terasi ke supplier. Seolah-olah perusahaan memesan terasi, tetapi nyatanya tidak. Terasi pesanan itu juga tidak pernah diterima perusahaan. Di dalam proses transaksi, perusahaan melalui bagian keuangan akan membayar pesanan setelah menerima bukti nota pesanan. Terdakwa bertugas membayar ke supplier. Namun, nota itu dianggap telah dipalsukan terdakwa.
Terdakwa Kholilah membantah kesaksian Sutrisno yang merupakan mantan atasannya. Dia mengaku bahwa pemesanan cakue dan terasi sudah sepengetahuan Sutrisno. Pesanan itu juga atas perintah atasannya tersebut yang memberikan listing apa saja yang harus dipesan. ”Setiap di gudang Sutrisno mengecek barang. Dia juga ikut order kalau saya tidak masuk kerja,” ujarnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=59Nx08Fe7K0
https://www.youtube.com/watch?v=302pv5e3dlQ
https://www.youtube.com/watch?v=ObkbBFmVo1M

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
