
BANTU YANG TERDAMPAK: Petugas pemkot mengepak paket beras dalam kemasan 20 kilogram di Gedung Wanita. (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Merebaknya Covid-19 mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat. Khususnya yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dewan meminta agar pengusaha, khususnya pengelola minimarket, ikut membantu dengan memberikan sembako kepada warga kurang mampu. Dana corporate social responsibility (CSR) bisa dipakai untuk kegiatan tersebut.
Wakil Ketua Pansus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) CSR Imam Syafi’i menilai pengusaha harus terlibat untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Sebab, dampak sosial ekonominya mulai dirasakan masyarakat menengah ke bawah. Khususnya para pekerja informal yang saat ini kesulitan untuk mencari nafkah.
Menindaklanjuti rapat pansus sebelumnya, Imam meminta agar para pengelola minimarket ikut membantu warga kurang mampu. Salah satunya memberikan bantuan berupa sembako. Sebab, anggaran yang disediakan pemerintah untuk pengadaan sembako dinilai masih kurang dan belum menjangkau semua wilayah.
Menurut Imam, pengelola minimarket dan ritel skala besar pasti memiliki jaringan penyedia sembako berkualitas yang cukup banyak. Keterlibatan mereka dalam menyalurkan bantuan untuk warga kurang mampu tentu sangat membantu pemerintah. ’’Apalagi sekarang kan banyak orang yang memilih belanja di minimarket, sehingga omzet mereka juga lumayan. Bisalah pasti, pakai dana CSR membantu masyarakat. Tidak akan rugi,” kata anggota Komisi A DPRD Surabaya itu.
Politikus Nasdem itu mengaku mendapat banyak keluhan dan pengaduan dari masyarakat. Adxa yang kebingungan karena dagangannya sepi. Ada pula yang mulai terdampak efisiensi karyawan di beberapa pabrik. Mereka yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) rata-rata sudah berkeluarga dan harus menghidupi anak dan istrinya. ’’Sejauh ini, yang sudah banyak adalah bantuan APD (alat pelindung diri). Baik untuk tenaga medis maupun warga berupa masker. Itu penting. Tapi, sembako ini juga tidak kalah penting. Maksudnya, yang kaya harus mau membantu yang miskin,” paparnya.
Di sisi lain, anggota pansus CSR Pertiwi Ayu Khrisna menilai warga memang sangat membutuhkan bantuan dari banyak pihak. Bukan hanya bantuan dari pemerintah yang secara kekuatan anggaran memang terbatas.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=liaiaDtHqHw
https://www.youtube.com/watch?v=YhtApF-B2Hs
https://www.youtube.com/watch?v=y6l-wS42kyQ

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
