Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Agustus 2023 | 06.03 WIB

Rumput Laut Sidoarjo Masuk Komoditas Ekspor Potensial

Rumput laut salah satu komoditas yang semakin menarik perhatian perdagangan internasional. - Image

Rumput laut salah satu komoditas yang semakin menarik perhatian perdagangan internasional.

JawaPos.com–Rumput laut merupakan komoditas potensial yang dimiliki Jawa Timur. Menjadi salah satu komoditas yang semakin menarik perhatian dalam perdagangan internasional.

Koperasi Agar Makmur Sentosa diharapkan dapat menjadi champion bagi para pembudidaya rumput laut di kawasan Jabon dan sekitarnya, untuk menampung hasil produksi dan membantu pemasarannya baik di dalam maupun luar negeri.

Dirjen Budi Daya KKP Tb. Haeru Rahayu menyebut dalam 4 tahun terakhir (2019-2022) usaha petani rumput laut dan pelaku industri telah memberikan kontribusi terhadap sektor ekspor Jawa Timur. Ekspor rumput laut rata-rata tumbuh positif sebesar 19,30 persen selama periode tersebut dengan nilai ekspor pada 2022 mencapai USD 106, 89 juta atau 68.996,29 ton.

Komoditi rumput laut dari Jawa Timur telah merambah ke 23 negara. Utamanya ke negara Tiongkok, Korea, Filipina, Vietnam, dan Amerika Serikat. Jenis rumput laut yang dikirim selama ini meliputi rumput laut Eucheuma cottonii kering, Eucheuma spinosum kering, rumput laut jenis lain untuk konsumsi baik segar maupun kering. Rumput laut itu digunakan sebagai bahan baku pewarna, penyamakan, wewangian, insektisida, fungisida baik segar, beku, dan kering.

”Budi daya rumput laut di Sidoarjo ini sejalan dengan strategi KKP menuju Blue Economy. Saat ini ada lima komoditas budidaya yang tengah menjadi fokus KKP. Udang, kepiting, lobster, tilapia, dan rumput laut,” kata Tb. Haeru Rahayu.

Sedangkan terkait rencana ULUU membuka pabrik rumput laut di Jatim, dia meminta agar memaksimalkan tenaga kerja lokal. Sehingga tidak hanya petani yang berdaya, warga sekitar juga bisa merasakan manfaatnya.

”Kemudian perhatikan juga lingkungan dengan membuat IPAL yang baik,” ujar Haeru Rahayu.

Sementara itu, Co Founders ULUU Australia Julia mengatakan, di perusahan start up-nya, rumput laut akan digunakan sebagai bahan pengganti plastik dan berupaya untuk mengatasi masalah iklim sekaligus memberdayakan para petani tambak.

”Kami akan mendirikan pabrik di Jatim yang bernama Seasae Indonesia pada 2024. Tidak hanya mengekspor bahan baku saja, tapi kami juga mendukung program hilirisasi produk dari pemerintah. Kami sangat bersyukur bahwa dengan hal ini hubungan bersama Koperasi Agar Makmur Sentosa menjadi lebih erat dan kami sangat menantikan kerja sama kedepannya,” kata Julia.

Ketua Koperasi Agar Makmur Sentosa Herry Sudarmono menyampaikan, optimistis dengan rencana pendirian pabrik itu mampu memperluas pengembangan Koperasi Agar Makmur Sentosa. Pabrik yang didirikan ULUU nanti bahan bakunya dari koperasi.

”Harapan ke depannya setelah revitalisasi yang akan kami lakukan, koperasi tidak hanya ekspor melainkan juga bisa memproduksi tepung agar yang mampu meningkatkan nilai jual yang berdampak pada kesejahteraan anggota koperasi serta petani tambak,” kata Herry.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore