
ILALANG TERBAKAR: Api membesar dengan cepat dan merambat sampai 1 kilometer di sepanjang Kali Makmur, Lakarsantri, Minggu (29/9). (Hariyanto Teng/Jawa Pos)
JawaPos.com - Suhu Surabaya kemarin memang bikin kipas-kipas. Berdasar situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu tertinggi Surabaya pada Minggu (29/9) mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen. Selain bikin gerah, benda-benda kering akan mudah terbakar saat tersulut api.
Seharian kemarin misalnya, ada tiga kebakaran ilalang hebat di Surabaya. Pertama, di Rungkut Mejoyo Utara. Kebakaran sana dipicu orang yang membakar sampah. Api membesar dan merambat dengan mudah ke ilalang di dekatnya. Kebakaran besar pun tak terhindarkan.
Hal serupa terjadi di Lakarsantri. Warga Perumahan Wisata Bukit Mas dan warga Lembah Harapan, Kelurahan Lidah Wetan, cemas bukan kepalang saat melihat asap pekat di sekeliling mereka.
Asap itu dipicu kebakaran lahan kosong di belakang perumahan mereka. Kebakaran merambat dengan cepat sampai 1 kilometer di sepanjang Kali Makmur.
Dimas Wahyu, warga Perumahan Lembah Harapan, mengatakan bahwa titik api diketahui muncul di sisi timur lahan kosong, tepatnya di ujung timur tembok perumahan. Lahan di sana dipenuhi semak dan ilalang kering yang sangat mudah terbakar. Api kemudian merambat ke sisi belakang Perumahan Wisata Bukit Mas.
Sekitar lima unit mobil pemadam kebakaran ditambah beberapa unit PMK milik perumahan dikerahkan untuk memadamkan api tersebut. Petugas sedikit terhambat oleh sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. Ditambah angin sangat kencang. ”Kebakaran lahan di belakang itu sudah sering. Pada musim kemarau tahun ini saja sudah dua kali,” kata pria yang tinggal di sana sejak 1991 itu.
Photo
Petugas PMK memadamkan api di kawasan Perumahan Wisata Bukit Mas, Minggu (29/9). (Hariyanto Teng/Jawa Pos)
Kebakaran serupa terjadi di kawasan Krembangan kemarin. Petugas PMK berjibaku memadamkan api yang melalap ilalang. Mereka berusaha agar api tidak membesar dan merambat ke perumahan.
Sebelumnya, insiden yang sama terjadi di Jalan Kalianak pada Senin (24/9) serta tiga kebakaran lain di Tambak Wedi pada Selasa (17/9). Pemicunya sama, pembakaran sampah sembarangan. Padahal, Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya sudah mengingatkan warga untuk tidak melakukannya. Sebab, ada sanksinya. Yakni, pidana kurungan hingga denda.
Plt Kepala Dinas PMK Surabaya Irvan Widyanto menerangkan, berdasar Perda Nomor Tahun 2014 dan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan, pelaku pembakaran sampah sembarangan dapat dikenai sanksi kurungan 6 bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. ”Itu diatur pada pasal 10 untuk Perda Nomor 2 dan pasal 33 untuk Perda Nomor 5,” jelas pria yang juga menjabat kepala Satpol PP Surabaya itu kemarin (29/9).
Selama ini, pihaknya selalu kecolongan oleh ulah orang yang tak bertanggung jawab. ”Misalnya, untuk pembakaran ilalang. Kan kami nggak tahu siapa yang bakar. Warga pun kayak menghindar juga ketika ditanyai,” ungkapnya. Karena itu, pihaknya belum pernah menerapkan sanksi tersebut. ”Tapi melihat kondisi seperti ini, kami pasti terapkan secepatnya,” ungkap Irvan.
Dari pengalaman 2017–2019, kebakaran akibat pembakaran sampah sembarangan di Surabaya kerap terjadi di Kenjeran dan Semampir. Selain padat penduduk, dua wilayah itu ditumbuhi banyak ilalang. ”Sehingga ketika terbakar, api cepat merambat,” ungkap Irvan. (his/jar/c6/tia)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
