
PEMANTAUAN: Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko didampingi Koordinator Tagana Gresik Abdul Muid mendatangi lokasi semburan lumpur kemarin. (Chusnul Cahyadi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kolam-kolam terus dibuat untuk menampung luberan minyak mentah bercampur lumpur yang menyembur dari sumur di Desa Sekarkurung, Kebomas. Kemarin (24/9) tim SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) juga membuat kolam baru di sekitar semburan.
Kolam baru itu berdiameter 3 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. Kolam tersebut merupakan yang keempat. Fungsinya menampung luberan minyak dari sumur peninggalan Belanda itu. Harapannya, limbah tersebut tidak mencemari Kali Lamong. Dari empat kolam, tiga di antaranya telah teraliri rembesan minyak.
Dari pantauan Jawa Pos kemarin, semburan lumpur semakin mengecil. Jika sebelumnya semburan minyak masih bercampur lumpur, belakangan hanya tampak semburan cairan berminyak. Baunya seperti minyak solar. Minyak-minyak yang sudah tidak bercampur lumpur rencananya disedot.
Fenomena semburan lumpur di Sekarkurung yang terjadi sejak Kamis (19/9) terus mendapat atensi dari banyak pihak. Kemarin pukul 11.30 Komandan Distrik Militer (Dandim) 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko meninjau lokasi semburan. ’’Hanya peninjauan biasanya,’’ katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Gresik M. Najikh mengatakan, pihaknya bersama SKK Migas Jabanusa terus memantau lokasi semburan. Salah satu pemantauan yang dilakukan adalah memonitor udara ambien sekitar. ’’Kondisi masih aman,’’ ujarnya.
Udara ambien merupakan udara sekitar. Dalam keadaan normal, udara ambien terdiri atas gas nitrogen (78 persen), oksigen (20 persen), argon (0,93 persen) dan gas karbondioksida (0,03 persen). Selain memantau kondisi udara, Najikh mengatakan telah mengambil sampel kandungan lumpur campur di tiga titik. Jumlah yang diambil masing-masing 10 liter. ’’Kami masih lakukan uji laboratorium. Hasilnya bisa diketahui 10–14 hari mendatang,’’ jelas mantan sekretaris DPRD Gresik itu.
Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup di BLH Pemkab Gresik Baktiar Gunawan Hutabarat menambahkan, pembuatan kolam-kolam penampungan itu memang sesuai dengan hasil rapat bersama. Tujuannya, melokalisasi luberan agar tidak terjadi pencemaran ke sungai. ’’Yang jelas, BLH dan SKK Migas Jabanusa akan terus melakukan pemantauan,’’ ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
