Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 September 2019 | 00.17 WIB

Eks Wisma New Barbara Beralih Fungsi Jadi Pusat Pembibitan Cavendish

JAGA SUHU RUANGAN: Anis Satu Risda memeriksa salah satu gelas kaca berisi bibit pisang yang dikembangbiakkan di bekas Wisma New Barbara. (Guslan Gumilang/Jawa Pos) - Image

JAGA SUHU RUANGAN: Anis Satu Risda memeriksa salah satu gelas kaca berisi bibit pisang yang dikembangbiakkan di bekas Wisma New Barbara. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemkot benar-benar ingin menghapuskan kesan buruk dari Wisma New Barbara di eks lokalisasi Moroseneng. Bekas rumah bordil ternama pada zamannya itu dialihfungsikan sebagai pusat budi daya tanaman. Bukan hanya itu, salah satu ruangan juga dimanfaatkan sebagai Rumah Matematika. Sesuai namanya, itu adalah tempat anak-anak setempat belajar matematika.

Untuk budi daya tanaman, selain anggrek, mereka memiliki lab kultur jaringan untuk mengembangkan pisang jenis cavendish. Tidak berbeda dengan lab canggih lain, di sana kondisinya juga terjaga. Salah satunya, suhu ruangan. Jika suhu tak terjaga, pembibitan kultur jaringan bisa gagal. Batang tanaman akan menguning. ”Harus dipantau terus suhunya,” ucap tenaga laboratorium kultur jaringan dari dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) Anis Satu Risda kemarin.

Dia melanjutkan, suhu dijaga 16–20 derajat Celsius. Jika mengalami gangguan pada AC, warna bibit pohon pisang bisa berubah dengan cepat. Lab itu memiliki sekitar 100 bibit yang sedang dikembangkan. ”Memang sementara ini bibit anggrek masih yang paling banyak. Jumlahnya ribuan,” sambung Anis. Seluruh eksplan (calon bibit, Red) ditempatkan di dalam botol yang tertata rapi di lab inkubasi.

Anis menyebutkan, warga bisa mengunjungi Wisma New Barbara untuk melihat anggrek atau pembibitan tanaman. ”Sekarang mahasiswa juga bisa magang di sini,” sambungnya.

Sementara itu, Rumah Matematika dibuka untuk anak-anak lingkungan sekitar. Menempati salah satu ruangan yang dulunya sebagai tempat karaoke, di Rumah Matematika anak-anak diajar guru-guru dari sekolah dasar se-Kecamatan Benowo. ”Yang mengajar bergantian,” kata Yeti Farikha yang sedang mengajar kemarin.

Camat Benowo Muslich Hariadi menambahkan, dibuka pada Kamis (12/9), Rumah Matematika diperuntukkan siswa SD yang hendak lulus atau menghadapi ujian. ”Mereka bisa mendapatkan tambahan pelajaran di sana,” katanya.

Jadwal belajar seminggu enam hari dan setiap Minggu tutup. Kegiatan belajar dimulai pukul 13.00 hingga 15.00. Siswa berasal dari seluruh SD di Kecamatan Benowo. ”Rumah Matematika ini bekerja sama dengan seluruh kepala sekolah dasar se-Benowo,” sambung Muslich.

Dia menambahkan, ke depannya mungkin tidak hanya ada Rumah Matematika. Sebab, ruang yang tersisa masih ada. Mungkin mereka akan menambah mata pelajaran baru.

Ada Aktivitas di Eks Lokalisasi Moroseneng


Usaha pemkot untuk membersihkan eks Lokalisasi Moroseneng memang tidak mudah. Bahkan, meski lokalisasi itu sudah ditutup pada 2013, masih ada saja oknum yang diam-diam beraktivitas di kawasan tersebut. Misalnya, dini hari kemarin (17/9), dua perempuan yang diduga merupakan pekerja seks komersial (PSK) dan seorang lelaki dicokok anggota Satpol PP Kecamatan Benowo di eks Lokalisasi Moroseneng.

Sebelum penangkapan, petugas mengamati lokasi tersebut sejak sebulan lalu. Malam itu pun demikian. Seorang anggota satpol PP bersembunyi di balik ilalang selama satu jam untuk mengintai gerak-gerik mencurigakan di dalam salah satu eks wisma yang sudah tersegel. Memang, jika dilihat dari luar, tempat bekas esek-esek itu kosong. Menurut seorang petugas, sering kali dijumpai beberapa perempuan di dalamnya. Seperti dini hari itu, dua perempuan yang diduga PSK diamankan di dalam kamar berbeda. Salah seorang di antara mereka bersama lelaki yang diduga calon pelanggan.

Camat Benowo Muslich Hariadi mengatakan, penjagaan sejak sebulan lalu itu memang dirasa perlu karena pihak kecamatan sering mendapat laporan dari warga. Praktik prostitusi hingga human trafficking ditengarai masih terjadi. ”Kalau siang, beberapa pria terduga mucikari dengan gamblang menawarkan perempuan kepada orang yang masuk di sekitar eks Wisma New Barbara,” tuturnya.

Kasi Trantibum Benowo Wisnu Wibowo menuturkan, tiga orang itu diamankan di salah satu bekas wisma di Sememi Jaya I. Salah satu indikasi bahwa di tempat itu ada aktivitas adalah token listrik yang masih aktif. Kunci yang terpasang juga terlihat masih baru. Padahal, tempat tersebut sudah lama ditinggalkan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore