
JAGA SUHU RUANGAN: Anis Satu Risda memeriksa salah satu gelas kaca berisi bibit pisang yang dikembangbiakkan di bekas Wisma New Barbara. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemkot benar-benar ingin menghapuskan kesan buruk dari Wisma New Barbara di eks lokalisasi Moroseneng. Bekas rumah bordil ternama pada zamannya itu dialihfungsikan sebagai pusat budi daya tanaman. Bukan hanya itu, salah satu ruangan juga dimanfaatkan sebagai Rumah Matematika. Sesuai namanya, itu adalah tempat anak-anak setempat belajar matematika.
Untuk budi daya tanaman, selain anggrek, mereka memiliki lab kultur jaringan untuk mengembangkan pisang jenis cavendish. Tidak berbeda dengan lab canggih lain, di sana kondisinya juga terjaga. Salah satunya, suhu ruangan. Jika suhu tak terjaga, pembibitan kultur jaringan bisa gagal. Batang tanaman akan menguning. ”Harus dipantau terus suhunya,” ucap tenaga laboratorium kultur jaringan dari dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) Anis Satu Risda kemarin.
Dia melanjutkan, suhu dijaga 16–20 derajat Celsius. Jika mengalami gangguan pada AC, warna bibit pohon pisang bisa berubah dengan cepat. Lab itu memiliki sekitar 100 bibit yang sedang dikembangkan. ”Memang sementara ini bibit anggrek masih yang paling banyak. Jumlahnya ribuan,” sambung Anis. Seluruh eksplan (calon bibit, Red) ditempatkan di dalam botol yang tertata rapi di lab inkubasi.
Anis menyebutkan, warga bisa mengunjungi Wisma New Barbara untuk melihat anggrek atau pembibitan tanaman. ”Sekarang mahasiswa juga bisa magang di sini,” sambungnya.
Sementara itu, Rumah Matematika dibuka untuk anak-anak lingkungan sekitar. Menempati salah satu ruangan yang dulunya sebagai tempat karaoke, di Rumah Matematika anak-anak diajar guru-guru dari sekolah dasar se-Kecamatan Benowo. ”Yang mengajar bergantian,” kata Yeti Farikha yang sedang mengajar kemarin.
Camat Benowo Muslich Hariadi menambahkan, dibuka pada Kamis (12/9), Rumah Matematika diperuntukkan siswa SD yang hendak lulus atau menghadapi ujian. ”Mereka bisa mendapatkan tambahan pelajaran di sana,” katanya.
Jadwal belajar seminggu enam hari dan setiap Minggu tutup. Kegiatan belajar dimulai pukul 13.00 hingga 15.00. Siswa berasal dari seluruh SD di Kecamatan Benowo. ”Rumah Matematika ini bekerja sama dengan seluruh kepala sekolah dasar se-Benowo,” sambung Muslich.
Dia menambahkan, ke depannya mungkin tidak hanya ada Rumah Matematika. Sebab, ruang yang tersisa masih ada. Mungkin mereka akan menambah mata pelajaran baru.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
