
KAI Daop 8 Surabaya bersama IRPS (Indonesia Railway Preservation Society) menghadirkan miniatur lokomotif uap seri DD52 terbesar di Indonesia di Stasiun Gubeng.
JawaPos.com–KAI Daop 8 Surabaya bersama komunitas pencinta kereta api IRPS (Indonesia Railway Preservation Society) menghadirkan miniatur lokomotif uap seri DD52 terbesar di Indonesia. Miniatur lokomotif itu akan dipajang di ruang tunggu pelanggan Stasiun Surabaya Gubeng sisi timur mulai 4-31 Agustus.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, KAI Daop 8 Surabaya bersama komunitas IRPS memamerkan miniatur lokomotif terbesar di Indonesia kepada pelanggan KA di Stasiun Surabaya Gubeng. Itu dalam rangka sosialisasi tentang sejarah perkeretaapian.
”Miniatur ini akan hadir mulai 4-31 Agustus, tepatnya di ruang tunggu pelanggan Stasiun Surabaya Gubeng,” ujar Luqman Arif.
Pameran miniatur lokomotif terbesar yang telah dianugerahi Rekor MURI itu, diharapkan dapat menjadi sarana hiburan bagi para penumpang KA. Sekaligus memperkenalkan nilai-nilai sejarah perkeretaapian Indonesia kepada publik.
Secara detail, ukuran miniatur lokomotif uap DD52 memiliki dimensi panjang 580 cm, lebar 68 cm, dan tinggi 90 cm, serta total bobot 200 kg.
Lokomotif DD52 memiliki julukan Si Gombar dari masyarakat lokal Jawa Barat yang selalu dilewati lokomotif itu. Dengan ukurannya yang besar dan tenaganya yang kuat, tugas utama lokomotif DD52 adalah menarik kereta barang yang melintasi pegunungan Priangan. Walaupun begitu, lokomotif itu juga difungsikan sebagai penarik kereta penumpang.
Di akhir masanya, lokomotif melayani KA lokal Bandung-Cibatu. Lokomotif itu menyebar di beberapa Depo Lokomotif seperti Tasikmalaya, Purwakarta, dan Cibatu. Karir lokomotif itu berakhir pada 1974, ketika angkutan barang di jalur Tasikmalaya - Cicalengka menurun. Sehingga menjalankan DD52 terlalu berlebihan untuk muatan yang tidak begitu berat.
Miniatur lokomotif uap DD52 akan dipamerkan di beberapa stasiun setiap bulan hingga akhir 2023. Agustus di Stasiun Surabaya Gubeng, September di Stasiun Jogjakarta, Oktober di Stasiun Purwokerto, November Stasiun Bandung, dan Desember berakhir di Stasiun Garut.
”KAI terbuka bersinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan kebermanfaatan dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini sebagai upaya edukasi sejarah perkeretaapian di Indonesia kepada masyarakat,” ucap Luqman Arif.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
