
Pengendara melintas di persimpangan Jalan Bung Tomo. Ruas tersebut merupakan satu dari beberapa nama Jalan yang akan diganti Pemkot Surabaya. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Rencana Pemkot Surabaya mengubah sepuluh nama jalan di Surabaya mendapat kritik. Terutama dari kalangan pemerhati sejarah. Mereka menilai langkah tersebut terkesan ahistoris dan tak ada urgensi apa pun di balik penggantian nama itu.
Kuncarsono Prasetyo, misalnya. Penggagas gerakan Suroboyo Mbois itu mengkritisi rencana pemkot untuk memindahkan nama Jalan Bung Tomo di Ngagel ke dekat Stadion Gelora Bung Tomo. Sebab, penamaan Jalan Bung Tomo pada 2000-an punya latar belakang perlawanan. ’’Pertimbangannya saat itu adalah sikap protes arek Suroboyo ke pemerintah pusat yang tidak segera menetapkan Bung Tomo sebagai pahlawan nasional,’’ katanya.
Kala itu jalan bernama Bung Tomo menjadi yang pertama di Indonesia. Lokasi tersebut dipilih karena orator ulung Surabaya itu dimakamkan di Makam Ngagel. Protes tersebut akhirnya mendapat respons dari pemerintah pusat. Bung Tomo pun ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 2008. ’’Sejak saat itu, kini hampir tiap kota ada nama Jalan Bung Tomo. Tetapi ingat, hanya di Surabaya Jalan Bung Tomo yang punya sejarah perlawanan,’’ lanjutnya.
Karena itu, dia menolak dengan tegas rencana pemindahan jalan tersebut. Pemkot berencana mengembalikan nama Jalan Bung Tomo yang ada di Ngagel dengan nama lamanya. Yakni, Jalan Kencana.
Selain itu, Direktur Surabaya Heritage Society (SHS) Freddy H. Istanto tak pernah sepakat dengan perubahan nama jalan. Apalagi, nama jalan tersebut memiliki nilai historis tinggi. ’’Kenapa tidak menamai jalan baru yang dibangun? Atau, jalan yang dinamai pakai bahasa Inggris oleh pengembang,’’ kata dekan Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra tersebut.
Dia juga menyinggung perubahan nama jalan awal tahun ini. Yakni, sebagian ruas Jalan Gunungsari dan Dinoyo. Dua nama jalan itu diubah menjadi Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda atas usul Pemprov Jatim. Meski niatnya adalah rekonsiliasi budaya Jawa dan Sunda, Freddy merasa alasan itu tak cukup kuat untuk menghilangkan nilai historis dua nama jalan itu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
