Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juli 2019 | 01.17 WIB

Pengamat Tolak Perubahan Nama Jalan Bung Tomo

Pengendara melintas di persimpangan Jalan Bung Tomo. Ruas tersebut merupakan satu dari beberapa nama Jalan yang  akan diganti Pemkot Surabaya. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Pengendara melintas di persimpangan Jalan Bung Tomo. Ruas tersebut merupakan satu dari beberapa nama Jalan yang akan diganti Pemkot Surabaya. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Rencana Pemkot Surabaya mengubah sepuluh nama jalan di Surabaya mendapat kritik. Terutama dari kalangan pemerhati sejarah. Mereka menilai langkah tersebut terkesan ahistoris dan tak ada urgensi apa pun di balik penggantian nama itu.

Kuncarsono Prasetyo, misalnya. Penggagas gerakan Suroboyo Mbois itu mengkritisi rencana pemkot untuk memindahkan nama Jalan Bung Tomo di Ngagel ke dekat Stadion Gelora Bung Tomo. Sebab, penamaan Jalan Bung Tomo pada 2000-an punya latar belakang perlawanan. ’’Pertimbangannya saat itu adalah sikap protes arek Suroboyo ke pemerintah pusat yang tidak segera menetapkan Bung Tomo sebagai pahlawan nasional,’’ katanya.

Kala itu jalan bernama Bung Tomo menjadi yang pertama di Indonesia. Lokasi tersebut dipilih karena orator ulung Surabaya itu dimakamkan di Makam Ngagel. Protes tersebut akhirnya mendapat respons dari pemerintah pusat. Bung Tomo pun ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 2008. ’’Sejak saat itu, kini hampir tiap kota ada nama Jalan Bung Tomo. Tetapi ingat, hanya di Surabaya Jalan Bung Tomo yang punya sejarah perlawanan,’’ lanjutnya.

Karena itu, dia menolak dengan tegas rencana pemindahan jalan tersebut. Pemkot berencana mengembalikan nama Jalan Bung Tomo yang ada di Ngagel dengan nama lamanya. Yakni, Jalan Kencana.

Selain itu, Direktur Surabaya Heritage Society (SHS) Freddy H. Istanto tak pernah sepakat dengan perubahan nama jalan. Apalagi, nama jalan tersebut memiliki nilai historis tinggi. ’’Kenapa tidak menamai jalan baru yang dibangun? Atau, jalan yang dinamai pakai bahasa Inggris oleh pengembang,’’ kata dekan Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra tersebut.

Dia juga menyinggung perubahan nama jalan awal tahun ini. Yakni, sebagian ruas Jalan Gunungsari dan Dinoyo. Dua nama jalan itu diubah menjadi Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda atas usul Pemprov Jatim. Meski niatnya adalah rekonsiliasi budaya Jawa dan Sunda, Freddy merasa alasan itu tak cukup kuat untuk menghilangkan nilai historis dua nama jalan itu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore