
SERAGAM BARU: Yustina Chelsea Putri (kanan), siswa kelas V SD Don Bosco Surabaya, ditemani kakeknya mencoba seragam pramuka di Pasar Blauran, Minggu (23/7).
JawaPos.com – Kegiatan belajar-mengajar tahun ajaran 2023–2024 dimulai hari ini. Pemkot Surabaya mengingatkan seluruh sekolah agar tidak mewajibkan siswa membeli seragam di sekolah. Satuan pendidikan juga diminta tidak menjual pakaian sekolah dengan harga mahal.
Kepala SMPN 57 Surabaya Husaini Effendi mengatakan, murid baru masih mengenakan seragam bebas. Kebijakan itu diberlakukan untuk mencegah terjadinya kesenjangan dan ketidaknyamanan.
Sebab, SMPN 57 masih menunggu pengadaan seragam bagi murid keluarga miskin. Diperkirakan rampung pekan ini.
”Sedang dikerjakan oleh UKM, pengadaan tidak lewat dispendik,” ucapnya.
Sekolah tidak memaksa murid baru untuk membeli seragam melalui sekolah. Namun, khusus seragam olahraga dan batik memang harus dibeli di koperasi.
Husaini menjamin harga dua pakaian itu tidak memberatkan wali murid. Khusus murid dari keluarga miskin akan mendapatkan bantuan seragam sepenuhnya.
”Orang tua tidak perlu resah, pakai yang ada dulu saja. Tidak ada paksaan,” paparnya.
Staf Humas SMPN 17 Suhardjito mengimbau agar siswa yang tidak mampu tak perlu membeli seragam di luar. ’’Tunggu dari pemkot saja,” ujarnya Minggu (23/7).
Sembari menunggu seragam, SMPN 17 meminta siswa mengenakan seragam SD. Untuk Senin dan Selasa, siswa memakai seragam pramuka. Rabu dan Kamis mengenakan seragam olahraga dan batik. Sedangkan Jumat mengenakan seragam pramuka.
Apabila ada siswa yang tidak memiliki seragam batik sekolah, pihaknya juga membebaskan murid memakai batik yang dimiliki. ”Batik bebas asal rapi dan sopan itu sudah tepat, tidak apa-apa,” jelas Suhardjito.
Meskipun telah memasuki tahun ajaran baru, informasi mengenai seragam belum didapatkan oleh beberapa wali murid. Novita misalnya. Wali murid SMPN 60 Surabaya itu belum mendapatkan kepastian kapan seragam anaknya jadi.
”Informasinya bisa pakai seragam pramuka, batik, dan olahraga,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang sekolah negeri menjual seragam yang memberatkan siswa. Meskipun itu berupa paket seragam.
”Kalau sampai ada, pasti onok sanksine,” ujarnya.
Menurut dia, momen tahun ajaran baru jangan dijadikan sekolah untuk mencari kesempatan dengan cara mewajibkan siswa membeli seragam. Terlebih harga seragam itu mahal.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
