
BONGKAR PASANG: Pekerja sedang mengeruk tanah untuk mengganti jaringan pipa PDAM di kawasan Pasar Kembang, Minggu (15/7).
JawaPos.com – PDAM Surya Sembada Surabaya telah menerapkan tarif baru bagi pelanggan sejak Maret lalu. Kenaikan tarif itu pun dinilai harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan manfaat lebih bagi pelanggan. Untuk itu, sensus pun digelar dengan menyasar 58 persen pelanggan rumah tangga perusahaan air bersih tersebut.
Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Arief Wisnu Cahyono menyatakan, survei tersebut digelar untuk melihat kondisi riil pelanggan PDAM. Penjajakan kondisi nyata di lapangan itu akan menyasar sekitar 355.000 pelanggan rumah tangga PDAM dari total 611.301 pelanggan.
’’Nanti ada kunjungan oleh petugas survei resmi dari kami. Mereka akan melihat kondisi pelanggan sekaligus perlengkapan kami yang ada di sana. Seperti meter air apakah masih bagus atau tidak,’’ katanya.
Arief menyebutkan, survei itu adalah bagian bentuk peningkatan pelayanan dari PDAM setelah ada kenaikan tarif. Dengan demikian, perbaikan kualitas layanan yang tepat sasaran bisa dilakukan.
Dari survei pelanggan tersebut, juga akan dijajaki masukan-masukan dari pelanggan. Dengan begitu, survei itu bisa digunakan sebagai bahan evaluasi kinerja dan pelayanan oleh PDAM. Menurut dia, melalui survei tersebut, akan banyak manfaat yang didapat pelanggan.
’’Karena nanti kalau kondisi meter air sudah kurang baik, akan dilakukan peremajaan. Banyak data survei yang akan didapat. Termasuk kualitas airnya, tekanan, dan lainnya,’’ katanya.
Yang paling penting adalah mencocokkan data pelanggan. Sebab, Arief menyebutkan, ada data yang kurang pas. Misalnya, antara persilnya dan nomor meteran tidak cocok sehingga mengakibatkan informasi tagihan dan lainnya tidak sampai ke pelanggan.
Saat survei nanti, pelanggan juga diharapkan menggunakan aplikasi dari PDAM. Dengan demikian, informasi pemakaian secara mandiri bisa lebih maksimal. Akurasi pemakaian itu tentu berdampak positif bagi pelanggan.
’’Mereka bisa memaksimalkan layanan catat meter mandiri. Sehingga tidak ada lagi persepsi tagihan naik karena salah catat. Survei ini menggandeng mahasiswa dari 10 perguruan tinggi. Ada 250 orang yang dibekali dengan ID dan surat tugas,’’ katanya. Survei berlangsung dari 16 Juni hingga 16 Oktober mendatang. (gal/c12/jun)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
