Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Juli 2023 | 23.11 WIB

PDAM Surabaya Gelar Sensus 355 Ribu Pelanggan, Kumpulkan Data Kualitas dan Tekanan Air

BONGKAR PASANG: Pekerja sedang mengeruk tanah untuk mengganti jaringan pipa PDAM di kawasan Pasar Kembang, Minggu (15/7). - Image

BONGKAR PASANG: Pekerja sedang mengeruk tanah untuk mengganti jaringan pipa PDAM di kawasan Pasar Kembang, Minggu (15/7).

JawaPos.com – PDAM Surya Sembada Surabaya telah menerapkan tarif baru bagi pelanggan sejak Maret lalu. Kenaikan tarif itu pun dinilai harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan manfaat lebih bagi pelanggan. Untuk itu, sensus pun digelar dengan menyasar 58 persen pelanggan rumah tangga perusahaan air bersih tersebut.

Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Arief Wisnu Cahyono menyatakan, survei tersebut digelar untuk melihat kondisi riil pelanggan PDAM. Penjajakan kondisi nyata di lapangan itu akan menyasar sekitar 355.000 pelanggan rumah tangga PDAM dari total 611.301 pelanggan.

’’Nanti ada kunjungan oleh petugas survei resmi dari kami. Mereka akan melihat kondisi pelanggan sekaligus perlengkapan kami yang ada di sana. Seperti meter air apakah masih bagus atau tidak,’’ katanya.

Arief menyebutkan, survei itu adalah bagian bentuk peningkatan pelayanan dari PDAM setelah ada kenaikan tarif. Dengan demikian, perbaikan kualitas layanan yang tepat sasaran bisa dilakukan.

Dari survei pelanggan tersebut, juga akan dijajaki masukan-masukan dari pelanggan. Dengan begitu, survei itu bisa digunakan sebagai bahan evaluasi kinerja dan pelayanan oleh PDAM. Menurut dia, melalui survei tersebut, akan banyak manfaat yang didapat pelanggan.

’’Karena nanti kalau kondisi meter air sudah kurang baik, akan dilakukan peremajaan. Banyak data survei yang akan didapat. Termasuk kualitas airnya, tekanan, dan lainnya,’’ katanya.

Yang paling penting adalah mencocokkan data pelanggan. Sebab, Arief menyebutkan, ada data yang kurang pas. Misalnya, antara persilnya dan nomor meteran tidak cocok sehingga mengakibatkan informasi tagihan dan lainnya tidak sampai ke pelanggan.

Saat survei nanti, pelanggan juga diharapkan menggunakan aplikasi dari PDAM. Dengan demikian, informasi pemakaian secara mandiri bisa lebih maksimal. Akurasi pemakaian itu tentu berdampak positif bagi pelanggan.

’’Mereka bisa memaksimalkan layanan catat meter mandiri. Sehingga tidak ada lagi persepsi tagihan naik karena salah catat. Survei ini menggandeng mahasiswa dari 10 perguruan tinggi. Ada 250 orang yang dibekali dengan ID dan surat tugas,’’ katanya. Survei berlangsung dari 16 Juni hingga 16 Oktober mendatang. (gal/c12/jun)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore