Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juli 2023 | 05.40 WIB

Begini Sejarah Penamaan Sejumlah Jalan dengan Nama Depan Embong di Surabaya  

Suasana Jalan Embong Malang, Surabaya, pada 1900

JawaPos.com-Warga yang tinggal di Kota Surabaya pasti tidak asing dengan jalan bernama Embong Malang. Jalan ini berada tepat di samping Plaza Tunjungan. Namun, bagaimana sebenarnya sejarah penamaan jalan tersebut.

Akun TikTok @lovesuroboyo mengunggah video tentang sejarah pemberian nama Embong Malang di Surabaya. Alasannya tentu bukan karena banyak warga Kota atau Kabupaten Malang yang mendominasi sebagai penduduk, apalagi karena warganya yang bernasib malang.

Dijelaskan dalam video tersebut bahwa warga Surabaya menyebut kata 'jalan' dalam Bahasa Jawa dengan kata 'Embong', atau dalam Bahasa Belandanya adalah 'Straat'. Dahulu, wilayah dari Kaliasin Pompa dekat Plaza Tunjungan sampai dengan Kedungdoro merupakan lahan kosong dan area pemakaman khusus warga Tionghoa.

Tidak dijelaskan secara rinci dalam video itu bagaimana nasib area pemakamannya. Namun pada lahan kosong tersebut ditemukan jalan setapak yang semakin lama berubah menjadi jalan makadam. Dilansir dari Wikipedia, makadam sendiri memiliki pengertian jenis konstruksi di mana batu yang dihancurkan ditempatkan pada lapisan cembung yang dangkal dan dipadatkan secara menyeluruh.

Kemudian, dikarenakan jalan tersebut berada dalam posisi diagonal atau membentuk sudut jika dibandingkan dengan Jalan Toendjoengan (dalam ejaan sekarang 'Tunjungan'), akhirnya warga Surabaya menyebutnya 'melintang' atau 'malang' dalam Bahasa Jawanya. Dan saat ini jadilah jalan tersebut bernama Embong Malang. Kesimpulannya, pemberian nama Embong Malang tersebut karena jalannya melintang.

Selain jalan Embong Malang, beberapa nama jalan lain di Surabaya juga banyak diawali dengan kata 'Embong’, contohnya 'Embong Kemiri' karena di daerah tersebut dahulunya banyak pohon kemiri. Alasan serupa untuk 'Embong Gayam', karena dahulunya di daerah tersebut banyak ditanami pohon Gayam.

Lalu 'Embong Sawo' karena banyak pohon sawo kecik. 'Embong Wungu' karena dahulu rumah di daerah tersebut banyak di cat berwarna ungu. Dan yang terakhir 'Embong Macan', namun saat ini sudah berganti nama menjadi jalan Panglima Sudirman. Konon, dahulunya di daerah tersebut ada seorang Belanda yang memelihara macan di rumahnya.

Akun TikTok @lovesuroboyo tidak lupa turut menyertakan foto peta Surabaya tempo dulu dalam video nya, serta mencantumkan sumber literasinya yang diambil dari buku Hikajat Soerabaia Tempo Doeloe. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore