Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juli 2023 | 22.28 WIB

Miliki Potensi Ekonomi Besar, Wali Kota Eri Cahyadi Bentuk Bank Sampah Tingkat Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi di sela acara launching Lomba Kampung Surabaya Hebat (KSH) 2023. - Image

Wali Kota Eri Cahyadi di sela acara launching Lomba Kampung Surabaya Hebat (KSH) 2023.

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membentuk bank sampah induk atau tingkat kota. Pembentukan bank sampah induk diharapkan dapat menggerakkan ekonomi sirkular warga Surabaya melalui pemilahan dan pengelolaan sampah.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi di sela acara launching Lomba Kampung Surabaya Hebat (KSH) 2023. Kegiatan launching tersebut berlangsung di alun-alun Balai Pemuda Surabaya.

”Bank sampah sudah ada di tingkat kelurahan, tapi saya ingin di tingkat kota juga ada. Karena jangan sampai di tingkat kelurahan dia (warga) bingung menjualnya dan diambil tengkulak,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Wali Kota Eri menggagas pembentukan bank sampah tingkat kota tersebut. Dengan begitu, bank sampah RW mengambil dari rumah tangga yang sudah dipilah. Sampah yang sudah terkumpul di bank sampah RW, lantas dikirim ke kelurahan dan ke tingkat kota.

”Jadi bank sampah tingkat kota yang berhubungan dengan pabrik. Sehingga ini ada sirkulasi ekonomi, karena sampah itu menghasilkan ekonomi yang besar. Bahkan yang (sampah) sachet, di-press itu sudah siap kirim ekspor,” jelas Eri.

Menurut, di Kota Surabaya sudah terbentuk ratusan bank sampah di tingkat RW hingga kelurahan. Akan tetapi, selama ini sampah yang telah terkumpul di bank sampah itu dijual mereka secara mandiri.

”Cuma mereka menjual sendiri, berputar. Harusnya kan tingkat kota ada. Nanti insya Allah tingkat kota saya akan taruh di Dinas Lingkungan Hidup, sudah siap tempatnya,” terang Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyatakan, di Kota Pahlawan telah terbentuk 600 lebih bank sampah. Ratusan bank sampah itu ada di tingkat RW, kelurahan, lingkungan sekolah, hingga perkantoran.

”Cuma produktivitas belum optimal. Per hari hanya bisa maksimal 2 ton dari 600 bank sampah itu. Karena mereka penghasilan bukan pemulung, kalau bank sampah kan ada edukasinya,” kata Hebi.

Karena itu, Hebi menyatakan perlu dibentuk bank sampah induk atau tingkat Kota Surabaya. Nantinya, bank sampah induk akan memfasilitasi seluruh bank sampah di Kota Surabaya.

”Jadi bergerak mengumpulkan pemilahan plastik, botol, dan sebagainya untuk dicatat administrasi. bank sampah induk bertanggung jawab, dijual ke mana, dengan harga sama, tidak jatuh, tidak terlalu tinggi dan sebagainya,” tutur Agus Hebi.

Hebi menyatakan, rencananya Bank Sampah Induk dikelola pihak ketiga. Pemkot Surabaya akan memfasilitasi bank sampah induk bertemu langsung dengan perusahaan pengelola sampah. ”Jadi seperti itu konsepnya,” imbuh Agus Hebi.

Dia menargetkan, bank sampah tingkat kota itu mampu mengumpulkan minimal 5 ton sampah per hari. ”Di Ngagel Timur itu Bank Sampah Induk Surabaya, cuma tempatnya tidak representatif. Jadi sekalian ditata,” ucap Agus Hebi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore