Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Juli 2023 | 16.30 WIB

Hasil Pendataan dari MKKS SMP Swasta: Sebanyak 9 Ribu Anak di Surabaya Belum Daftar Sekolah

Sejumlah orang tua dan anak-anak berburu perlengkapan sekolah. Di Surabaya, masih banyak anak yang belum mendaftar sekolah. - Image

Sejumlah orang tua dan anak-anak berburu perlengkapan sekolah. Di Surabaya, masih banyak anak yang belum mendaftar sekolah.

JawaPos.com - Sepekan menjelang tahun ajaran baru 2023–2024, jumlah pendaftar di SMP swasta masih minim. Rata-rata baru mencapai 40 persen dari total pagu yang disediakan. Apabila dihitung berdasar jumlah lulusan SD, ribuan anak di Surabaya belum mendapatkan sekolah.

Kepala MKKS SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo mengatakan, SMP swasta masih kekurangan siswa. ”Dari pemantauan kami, pergerakan jumlah pendaftar masih lambat di semua sekolah,” kata Erwin, Minggu (9/7).

Di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya, sekolah yang dipimpin Erwin, jumlah muridnya masih kurang. Hingga kini, pendaftarnya baru mencapai 30 anak. Padahal, tahun ini Erwin menargetkan bisa menampung 64 siswa.

Pihak sekolah sudah menyiapkan dua rombongan belajar (rombel). ”Yang jadi pertanyaan kami, ke mana ribuan lulusan SD. Mengapa belum daftar?” ujar Erwin.

Seretnya pendaftar SMP swasta menimbulkan keganjilan. Sebab, lulusan SD tahun ini mencapai 38.684 anak. Itu belum termasuk lulusan madrasah ibtidaiyah (MI) yang mencapai ribuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.088 siswa sudah masuk SMP negeri. Itu sesuai dengan daya tampung 63 SMP negeri.

Artinya, masih tersisa 21.596 anak. Sejauh ini, data MKKS SMP Swasta menyebut jumlah pendaftar di SMP swasta mencapai 12.074 siswa. Tersebar di 262 sekolah. Diperkirakan, masih tersisa 9.522 anak lagi yang belum mendaftar sekolah.

”Anak-anak ini ke mana. Apakah ya mereka masih menunggu masuk sekolah negeri. Padahal, PPDB SMP negeri kan sudah tutup,” ujarnya.

Erwin meminta para orang tua siswa tidak mengorbankan putra-putrinya karena tidak kunjung mendaftarkan mereka ke sekolah. Apalagi, tahun ajaran baru segera bergulir.

Dia menduga orang tua belum mau mendaftar ke sekolah swasta karena menunggu ’’keajaiban’’ bisa diterima di SMP negeri. Motivasi itu dipicu keinginan memperoleh pendidikan gratis di sekolah negeri. ”Jangan sampai anak jadi korban karena keegoisan orang tua,” imbuhnya.

SMP swasta, lanjut Erwin, juga siap menggratiskan biaya pendidikan. Tapi, khusus keluarga miskin dan pramiskin. Mereka yang mampu tetap dikenai biaya untuk menopang pendidikan.

”Pendidikan itu ada harganya. Nggak bisa gratis begitu saja. Kalau untuk keluarga miskin dan pramiskin nggak apa-apa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan, PPDB SMP swasta tetap dibuka meski tahun ajaran baru sudah bergulir. Sambil aktivitas belajar-mengajar berjalan, sekolah bisa tetap menerima pendaftaran siswa baru. Setidaknya sampai penutupan data dapodik Agustus nanti. ”Kami akan tetap buka sampai kuota terpenuhi,” papar Erwin.

SMP Muhammadiyah 4 Surabaya juga masih kekurangan pendaftar. Dari 90 pagu yang disiapkan, sekolah itu baru mendapat 51 siswa baru. ”Ini sudah mengambil seragam,” kata Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Taufiqur Rohman.

Dia berharap target 90 siswa baru bisa terpenuhi tahun ini. Itu setara dengan tiga rombel. Tahun sebelumnya, jumlah rombel yang disediakan selalu terpenuhi. ”Harapan kami, tidak ada lagi isu pemenuhan pagu di SMP negeri karena PPDB negeri sudah tutup,” ujar Taufiq. (mar/c7/aph)

KEGELISAHAN SMP SWASTA DALAM PPDB 2023

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore