
Ilustrasi Puskesmas Kedungdoro.
JawaPos.com–Puskesmas Kedungdoro, Kota Surabaya, memastikan ketersediaan tabung oksigen memadai. Bahkan, tabung oksigen portable juga tersedia di mobil ambulance yang disiapkan bagi pasien ketika dalam kondisi darurat.
Akan tetapi, muncul informasi yang menyebutkan jika oksigen di Puskesmas Kedungdoro tidak tersedia dan bahkan terjadi penolakan pasien saat berobat. Informasi itu muncul saat anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Kedungdoro, Tegalsari, Kota Surabaya, berinisial DR berobat ke Puskesmas pada Jumat (7/7) pagi.
Kepala Puskesmas Kedungdoro, Kota Surabaya, Diah Roichan Arifiani membantah informasi tersebut. Dia memastikan, jika informasi terkait tidak tersedianya oksigen di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang dipimpinnya tidak benar.
”Kondisi tabung oksigen di Puskesmas Kedungdoro per 7 Juli yakni, 1 tabung kecil di ruang tindakan kondisi penuh, 3 tabung kecil di lorong samping kondisi penuh, 2 tabung besar di lorong samping kondisi penuh dan 3 tabung kecil (portable) di ambulance kondisi penuh,” kata Diah Roichan Arifiani saat dihubungi pada Minggu (9/7).
Dia menjelaskan, fakta sebenarnya terkait pasien berinisial DR yang berobat tersebut. Awalnya, pasien DR datang ke Puskesmas Kedungdoro diantar menggunakan mobil patroli polisi pada 7 Juli.
”Saat tiba itu sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter puskesmas yang bertugas saat itu. Hasil pemeriksaan didapatkan keadaan umum lemah,” beber Diah Roichan Arifiani.
Berdasar pemeriksaan terhadap pasien DR, dokter menyarankan untuk segera dirujuk ke RS terdekat. ”Pasien sekitar pukul 13.30 WIB, oleh dokter puskesmas yang bertugas dimonitor ke RS Pusura ternyata sudah pulang atas permintaan sendiri. Dan Sabtu (8/7) pagi, pasien sudah dihubungi dan menyatakan kondisinya sudah sehat,” jelas Diah Roichan Arifiani.
Karena itu, pihaknya sangat menyayangkan informasi yang disampaikan mengenai penolakan pasien dan tidak tersedianya oksigen. Padahal, faktanya saat itu pasien DR sudah dilakukan pemeriksaan dan oksigen di Puskesmas Kedungdoro Surabaya juga memadai.
”Kemarin pagi (pasien) ditelepon sama teman karena kebetulan pasien ini adalah kader Surabaya hebat (KSH) dan sudah sehat. Malah pasien kaget dengar beritanya viral ke mana-mana,” ucap Diah Roichan Arifiani.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tegalsari Surabaya Isnaini menyebutkan, penolakan anggota PPS di Puskesmas Kedungdoro karena tidak ada ketersediaan oksigen dan IGD (Instalasi Gawat Darurat).
Seorang anggota PPS Kedungdoro, Tegalsari, berinisial DR, mengalami kondisi lemah hingga membuatnya pingsan pada Jumat (7/7). Peristiwa itu terjadi pasca DR mengikuti giat sinergitas jelang pemilihan umum (Pemilu) bersama Polsek Tegalsari. DR yang merupakan anggota PPS diantar rekan-rekannya menuju ke Puskesmas Kedungdoro untuk mendapat penanganan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
