Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Juni 2023 | 18.40 WIB

Gelar Musyawarah Warga NU, Beri Dukungan dan Setuju Muhaimin Dipingit

Gus Salam (memegang mic) memimpin Musyawarah Warga Nahdiliyyin di kompleks Ponpes Al Karimi, Tebuwung, Gresik, Selasa (20/6). - Image

Gus Salam (memegang mic) memimpin Musyawarah Warga Nahdiliyyin di kompleks Ponpes Al Karimi, Tebuwung, Gresik, Selasa (20/6).

JawaPos.com- Keputusan rapat pleno DPP PKB memingit Muhaimin Iskandar agar tidak berbicara tentang pemilihan presiden (pilpres), mendapat respons positif. Termasuk dari sejumlah kiai dan tokoh Nahdilyyin di Gresik, Jawa Timur. Mereka meyakini ketua umum PKB itu sudah sangat tepat sebagai capres ataupun cawapres.

’’Jika bicara itu perak, maka diam adalah emas, Nah, sementara Gus Muhaimin diam. Biar kami-kami yang bicara untuk meyakinkan khalayak bahwa beliau (Gus Muhaimin, Red) adalah pilihan yang sangat layak,’’ kata KH Ahmad Mufissalam, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Al Karimi, Tebuwung, Dukun, Gresik, Selasa (20/6).   

Pernyataan itu disampaikan Gus Salam, panggilan akrabnya, seusai menghadiri Musyawarah Warga (Musra) Nahdliyin yang diikuti banyak tokoh dari berbagai wilayah kecamatan. ’’Aspirasi ini muncul karena keprihatinan bahwa sejauh ini kita melihat belum ada calon presiden yang murni dari warga atau kader NU. Padahal, jumlah warga NU terbesar,’’ ungkapnya.

Karena itu, lanjut Gus Salam, banyak warga dan tokoh Nahdliyyin berinisiatif untuk menggelar musyawarah. Tujuannya, bagaimana agar tokoh-tokoh NU bisa berperan lebih aktif lagi menata bangsa dan negara ini ke depan. Salah satu di antaranya tidak lain Gus Muhaimin.

‘’Siapapun tahu, Gus Muhaimin adalah tokoh yang lahir dan besar dari kalangan NU. Beliau juga memiliki keilmuan, kecakapan, kompetensi, dan pengalaman menjadi pemimpin,’’ paparnya.

"Yang kita butuhkan ini NU asli, bukan hanya ngaku-ngaku atau baru masuk. Nah, Gus Muhaimin itu murni. Santri, pendidikannya jelas, bahkan nasabnya juga tersambung dari Mbah Kiai Bisri (salah seorang muassis NU KH Bisri Syansuri, Red)," lanjut Gus Salam.

Menurut dia, musyawarah warga Nadhliyyin dari beberapa wilayah di Kabupaten Gresik tersebut akan direkomendasin kepada PKB. ’’Kenapa ke PKB? Walapun saya bukan pengurus PKB dan hari ini juga tidak ada pengurus PKB, tetapi tidak bisa dipungkiri dalam sejarahnya, kelahiran partai ini dibidani NU dan menjadi saluran aspirasi warga Nahdliyyin,’’ tegas Gus Salam yang juga ketua RMI Kabupaten Gresik itu.

Sebelumnya, pada Senin (19/6), pengurus harian DPP PKB menggelar rapat pleno di Jakarta. Hasilnya antara lain memutuskan Muhaimin tidak boleh bicara bicara soal Pilpres 2024. ’’Kalau istilah bahasa Jawa itu dipingit. Cukup mendelegasikan kepada pengurus DPP," kata Ketua DPP PKB Muhammad Yusuf Chudlori seusai rapat di kantor partai Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Menurut Gus Yusuf, sapaan akrabnya, Muhaimin ibarat pasangan pengantin. Dalam tradisi Jawa, pengantin itu harus mulai masuk kamar, berbenah, dan bersiap-siap. Para ulama/kiai dan jajaran dewan syura DPP PKB meminta Muhaimin tidak berbicara tentang politik.

Sudah cukup Muhaimin berbicara dan melakukan sosialisasi. Kini, sudah saatnya semua diserahkan kepada pengurus DPP. "Ibaratnya tinggal ngurus kelengkapan-kelengkapan pernikahannya. Itu sudah diurus oleh tim dari DPP agar Gus Muhaimin lebih fokus persiapan," ungkapnya.

Rapat pleno juga meminta pengurus DPP PKB untuk tetap menjaga keputusan Muktamar Bali yang menetapkan bahwa Muhaimin harus maju sebagai capres atau cawapres. Gus Yusuf mengatakan, pihaknya tetap percaya bahwa Partai Gerindra akan terus menjaga dukungan dan komitmen sampai Pemilu 2024. Menjaga kebersamaan dan saling menghargai.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menyatakan, karena sudah dipingit, maka tentu sudah ada pasangannya. Yakni, Prabowo Subianto. Namun, keputusan penetapan capres-cawapres nantinya tetap berada di tangan Muhaimin dan Prabowo.

‘’Yang jelas, sambil menunggu deklarasi, PKB memutuskan untuk memingit Gus Muhaimin. Beliau akan fokus berdoa, meminta petunjuk langit. Juga, akan berangkat menunaikan ibadah haji,’’ pungkas wakil ketua MPR RI itu. (yog/lum/hud)

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore