
A.S. Laksana
Ternyata Jokowi tidak memiliki kekuatan untuk menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Itu mengecewakan para aktivis yang berharap penanganan tuntas terhadap, misalnya, kasus pembunuhan Munir, kejahatan HAM di masa Orde Baru, juga Peristiwa 1965.
Dia sibuk melakukan kompromi dengan para pemain politik –mungkin dia ingin menjabat dua periode. Dia harus memastikan dukungan para elite, baik sipil maupun militer. Sebab, dia bukan ketua partai dan tidak memiliki basis massa sebagaimana dulu Gus Dur dengan NU, Amien Rais dengan Muhammadiyah, dan PKS dengan para kader militannya.
Saya pikir, daripada memikirkan film propaganda G 30 S/PKI untuk generasi milenial, lebih baik presiden memikirkan film propaganda gemar membaca buku-buku bagus. Itu akan didukung semua orang. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
