Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 September 2017 | 21.39 WIB

Propaganda Milenial

A.S. Laksana - Image

A.S. Laksana


Ternyata Jokowi tidak memiliki kekuatan untuk menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Itu mengecewakan para aktivis yang berharap penanganan tuntas terhadap, misalnya, kasus pembunuhan Munir, kejahatan HAM di masa Orde Baru, juga Peristiwa 1965.


Dia sibuk melakukan kompromi dengan para pemain politik –mungkin dia ingin menjabat dua periode. Dia harus memastikan dukungan para elite, baik sipil maupun militer. Sebab, dia bukan ketua partai dan tidak memiliki basis massa sebagaimana dulu Gus Dur dengan NU, Amien Rais dengan Muhammadiyah, dan PKS dengan para kader militannya.


Saya pikir, daripada memikirkan film propaganda G 30 S/PKI untuk generasi milenial, lebih baik presiden memikirkan film propaganda gemar membaca buku-buku bagus. Itu akan didukung semua orang. (*)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore