
A.S Laksana
Seorang pria 70 tahun membacakan cerita di depan para ibu dan bapak yang mendengarnya dengan khidmat. Sebagian dari mereka menangis ketika cerita berakhir.
Adegan tersebut saya temukan pada video lima menit di YouTube, diunggah pada 2010. Pria yang membacakannya bernama Wayne Dyer, motivator dan penulis buku Your Erroneous Zones (terjual 35 juta eksemplar), dan ia memulainya dengan mengatakan, ’’Saya ingin membacakan cerita untuk kalian, cerita sangat menyentuh yang dikirimkan oleh seseorang melalui e-mail. Mudah-mudahan saya tidak menangis saat membacakannya.’’
Saya ingin mengulangi kisah Teddy dan Bu Thompson itu untuk Anda yang belum membaca atau mendengarnya.
Bu Thompson berdiri di depan kelas. Ini hari pertamanya mengajar murid kelas V dan ia menyampaikan akan menyayangi semua siswa dengan rasa sayang yang sama. Tentu ia tidak mampu membuktikan ucapannya. Di kelas itu ada siswa bernama Teddy Stoddard yang duduk ogah-ogahan di kursinya di barisan depan.
Teddy bukan kawan bermain yang menyenangkan bagi teman-temannya. Pakaiannya kumal dan tampak tidak pernah mandi. Tak ada yang bisa diharapkan dari perusuh kecil seperti itu. Setiap kali memeriksa hasil pekerjaan siswa-siswanya, Bu Thompson akan membuat tanda silang besar dengan tinta merah, khusus untuk kertas ulangan Teddy.
Di sekolah itu, setiap guru diharuskan membaca berkas laporan perkembangan siswa yang dibuat guru-guru sebelumnya. Bu Thompson melakukannya. Laporan tentang Teddy ia baca paling akhir, dengan perasaan malas.
Guru kelas I membuat catatan bahwa Teddy adalah murid yang pintar, periang, dan selalu menyelesaikan pekerjaannya secara rapi. Ia teman bermain yang menyenangkan bagi kawan-kawannya.
Guru kelas II menulis, ’’Teddy murid yang hebat. Ia disukai semua temannya, tetapi ada masalah besar di rumahnya. Ibunya sakit keras dan keadaannya menjadi sulit.”
Guru kelas III menulis, ’’Ibunya meninggal dan Teddy sangat terpukul. Ia sudah mencoba melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya seperti tidak peduli. Perlu ada penanganan tepat agar ia tidak semakin terbenam.’’
Guru kelas IV menulis, ”Teddy semakin mundur dan tidak tertarik dengan sekolah. Ia menjadi penyendiri; kadang tertidur di kelas.”
Bu Thompson merasa malu pada dirinya sendiri setelah membaca laporan itu. Perasaannya semakin tidak enak ketika tiba hari Natal dan semua murid memberinya kado. Mereka membungkus kado dengan kertas warna-warni dihiasi pita cantik. Teddy membungkus kadonya asal-asalan, dengan kertas cokelat bekas tas belanja.
Satu demi satu kado dibuka dan seisi kelas tertawa saat melihat isi kado Teddy: hanya gelang yang beberapa manik-maniknya sudah tanggal dan botol parfum yang isinya tinggal setengah. ”Kado yang indah,” kata Bu Thompson. Ia memakai gelang itu dan mengusapkan parfum ke pergelangan tangannya.
Bel pulang berbunyi dan anak-anak keluar ruangan; Teddy menghampiri Bu Thompson, berdiri mematung beberapa waktu, sampai akhirnya bisa berucap: ’’Bu Thompson, hari ini Ibu seharum ibu saya.’’
Guru kelas itu menangis satu jam lamanya setelah kelas sepi. Sejak hari itu ia memberikan perhatian khusus kepada Teddy, dan si kumal pelan-pelan kembali menjadi murid cemerlang. Pada akhir tahun, anak itu menjadi salah seorang murid terpandai di kelas.
Bertahun-tahun berlalu, suatu hari Bu Thompson menerima surat dari Teddy, menceritakan bahwa ia sudah tamat SMA dan berniat melanjutkan kuliah, meskipun jalannya mungkin tidak mudah. Di akhir surat, Teddy menulis: ”Bu Thompson, saya ingin Ibu tahu bahwa Ibu adalah guru terbaik sepanjang hidup saya.”

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
