
Photo
JawaPos.com – PBSI Home Tournament pekan pertama lalu menyajikan hal yang berbeda. Ganda putra, yang terdiri dari enam pasangan, diacak antara lapis pertama dan kedua. Namun, hal itu tidak terjadi dalam ganda campuran.
Dalam pertandingan pada 1-3 Juli mendatang, Praveen Jordan dkk akan tetap turun dengan pasangan masing-masing.
Ya, Praveen akan tetap bersama Melati Daeva Oktavianti. Hafiz Faizal bersama Gloria Emanuelle Widjaja, dan seterusnya. Karena menempati peringkat tertinggi nasional, Praveen/Melati otomatis menjadi unggulan teratas. Jika hanya mengacu pada peringkat, memang pasangan nomor empat dunia itu sangat berpeluang juara.
Pelatih ganda putra pelatnas Richard Mainaky menjelaskan, sistem Home Tournament untuk sektornya nanti sudah disepakati oleh para pemain. Mereka tetap ingin bermain dengan partner asli, tidak diacak.
Richard juga memiliki alasan tersendiri dengan keputusan itu. ’’Saya anggap ini (Home Tournament, Red) sebagai simulasi. Karena sudah lama tidak ada pertandingan,’’ jelas Richard kemarin.
’’Jadi, kalau simulasi, ya harus seperti pertandingan yang sesungguhnya. Termasuk partnernya,’’ lanjut dia.
Richard tidak menampik bahwa Praveen/Melati memang menjadi yang terkuat. Maret lalu, mereka menjuarai All England 2020. Mereka bisa menjadi panutan bagi rekan-rekannya yang lain.
’’Sekarang Praveen/Melati yang diunggulkan. Ini bagus buat pasangan lain yang pasti punya motivasi juga untuk menang,’’ kata pelatih kelahiran Ternate, 23 Januari 1965 itu.
Namun, peringkat tertinggi sebenarnya tidak jadi jaminan juga. Praveen/Melati bukannya tak bisa dikalahkan oleh mereka yang di bawahnya. Misalnya oleh Hafiz/Gloria.
Dari enam kali pertemuan, pasangan berjuluk Pramel itu dua kali kalah. Salah satu kekalahan bahkan terjadi pada pertemuan terakhir. Yakni di BWF World Tour 2019, Desember lalu. So, apa pun masih bisa terjadi.
Dari segi pelatih, turnamen ini menjadi acuan melihat sejauh mana perkembangan para pemain selama tiga bulan terakhir. Terutama para lapis kedua.
’’Kami bisa menilai pasangan-pasangan yang bertemu Praveen/Melati itu, perjuangan mereka untuk menang sampai mana. Jangan mau kalah duluan. Ini bagus buat melatih mental mereka,’’ jelas dia.
Sementara itu Melati cukup tenang dengan status unggulan yang disandangnya bersama Praveen. Baginya Home Tournament ini menjadi ajang untuk melihat hasil latihannya selama pandemi Covid-19.
’’Selain itu juga buat mengobati kerinduan atmosfer pertandingan. Meski nggak tanding beneran, buat meningkatkan poin atau mengejar gelar tertentu. Tapi ini sensasinya tetap beda,’’ kata Melati.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
