
Shiva Lidiana dan rekan-rekannya ketika berlatih di Situ Cileunca Pangalengan Bandung Jawa Barat, Sabtu 4/8/17. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos.
JawaPos.com – Kemenpora mengakui adanya upaya untuk meninjau ulang dana pelatnas. Review itu perlu dilakukan karena Olimpiade Tokyo 2020, sasaran utama pelatnas tahun ini, diundur tahun depan. Terlebih, seluruh anggaran negara saat ini bakal difokuskan untuk menangani pandemi global Covid-19.
Sebelumnya, Kemenpora meneken MoU dengan 11 induk cabang olahraga (cabor). Total dana yang disiapkan bagi 11 cabor proyeksi Olimpiade 2020 tersebut mencapai Rp 85,95 milliar. Sebagian sudah disalurkan dan digunakan untuk membiayai keberangkatan ke turnamen.
’’Saat ini kami masih memproses opsi-opsi restrukturisasi program dan anggaran dengan masing-masing cabor,’’ jelas Yayan Rubaeni, pejabat pembuat komitmen (PPK) Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Menpora, kemarin.
Yayan mengungkapkan, mekanisme restrukturisasi dimulai dari cabor. Mereka yang harus mengajukan usulan revisi program dan anggaran. ’’Baru selanjutnya kami review. Dan, jika usulannya diterima, akan dilakukan adendum atau revisi MoU,’’ jelasnya.
Dengan begitu, harapannya, tidak ada yang dirugikan.
Saat ini, belum seluruh cabor mendapat informasi rencana restrukturisasi dana pelatnas. Namun, mereka yang sudah mendapat informasi segera merancang revisi program dan anggaran. Misalnya cabor menembak. Sekjen PB Perbakin Firtian Yudiswandarta menyatakan, pihaknya siap mengajukan usulan perubahan dana pelatnas.
PB Perbakin (induk olahraga menembak) menerima dana pelatnas sebanyak Rp 7,9 milliar. Dana tersebut rencananya digunakan untuk tryout di berbagai kejuaraan, juga training camp dua atlet yang diplot ke Olimpiade. Namun, rencana itu batal terlaksana.
’’Maka itu, usulan kami ke Kemenpora nanti, dana pelatnas tidak hanya diperuntukkan buat Olimpiade saja. Tapi, juga sekaligus untuk SEA Games 2021 Vietnam dan Olympic Youth Games 2022 Senegal,’’ ucap Firtian.
---
Kucuran Dana Pelatnas Bagi 11 Cabor
Bulu tangkis : Rp 18,6 miliar
Voli : Rp 3,2 miliar
Angkat besi-berat : Rp 10 miliar
Sepeda : Rp 6,2 miliar
Tenis : Rp 5,9 miliar
Panjat tebing : Rp 6,95 miliar
Selancar ombak : Rp 6,1 miliar
Menembak : Rp 7,9 miliar
Taekwondo : Rp 3,6 miliar
Tinju: Rp 5,2 miliar
Dayung : Rp 12,3 miliar

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
