Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 November 2019 | 14.30 WIB

Soal Menu Halal, Komisi Muslim Filipina: Saran Kami Terus Diabaikan

Dining hall SEA Games 2019 - Image

Dining hall SEA Games 2019

JawaPos.com-Pelayanan di SEA Games 2019 ternyata belum maksimal. Salah satu negara yang paling geram adalah kontingen Singapura. Mereka mempersoalkan minimnya makanan halal yang disediakan di hotel.

Padahal, banyak atlet muslim dalam tim Negeri Singa. Chef de Mission (CdM) Singapura Juliana Seow bahkan sampai mengirimkan surat kepada pimpinan panitia penyelenggara (PHISGOC) Alan Peter Cayetano.

Dia menjelaskan bahwa makanan yang tersedia di hotel tempat mereka tinggal, sangat terbatas. Terlebih yang halal. ’’Kami sudah mencoba bersabar dan memahami situasinya. Tetapi, ini tidak boleh terjadi terus karena akan berpengaruh kepada kondisi kebugaran atlet,’’ tulis Seow, dilansir ABS-CBN News.

Logo Sea Games Filipina



Soal ketersediaan makanan halal, Komisi Nasional Muslim Filipina (NCMF) angkat bicara. Alonto Datu Ramos Jr, direktur hubungan luar negeri NCMF, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan panitia akan pentingnya hal itu.

Terutama untuk didistribusikan ke kontingen-kontingen yang mayoritas muslim. Misalnya, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Datu Ramos menyatakan, NCMF bahkan sudah menawarkan untuk menyediakan makanan halal. Namun, PHISGOC cuek. ’’Kami sudah mengingatkan ini sejak September. Kami sebenarnya juga siap menjadi pendamping atau asisten dalam pengadaan makanan halal. Tetapi, niat kami diabaikan,’’ ucap Ramos.

Datu Ramos geram dan akhirnya angkat suara karena mendapatkan laporan bahwa atlet mendapatkan menu berupa kikiam. Nah, kikiam ini adalah makanan non-halal.

Sebab, santapan yang sejatinya jajanan pinggir jalan kondang Filipina tersebut, memiliki bahan dasar daging babi cincang. Dan biasanya, di dalamnya dicampur dengan gilingan udang.

Datu Ramos menambahkan, bahwa selain soal makanan halal, dia juga sudah menyarankan kepada PHISGOC untuk menyediakan penunjuk arah ke Kakbah atau kiblat.

Juga terkait adanya ruangan salat yang terpisah antara lelaki dan perempuan. Ini agar atlet dan ofisial Muslim terbantu dalam menjalankan ibadah.

''Tetapi jawabannya selalu sama: kami akan mengontakmu. Tetapi mereka tidak pernah berinisiatif. Dan akhirnya kami di NCMF yang selalu datang untuk menawarkan bantuan,'' ucap Datu Ramos seperti dilansir dari Rappler.

Opening Ceremony SEA Games 2019 akan berlangsung pada 30 November mendatang. Namun para atlet sudah mulai berdatangan pada 24 November.

Beberapa cabang olahraga beregu sudah bergulir sejak 25 November. Antara lain sepak bola, floorball, dan netball. Bahkan, babak penyisihan polo berlangsung sehari sebelumnya yakni pada 24 November.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore