Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Oktober 2026 | 01.03 WIB

Hasil Asian Games 2026 jadi Momentum Benahi Pembinaan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pun memberikan apresiasi kepada para pemain yang berhasil mengantarkan Indonesia ke podium tertinggi. Tim bulu tangkis putra Indonesia meraih emas pertama Asian Games 2026 setelah mengalahkan Tiongkok 3-2. Penantian 28 tahun akhirnya berakhir. (Dok. PBSI) - Image

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pun memberikan apresiasi kepada para pemain yang berhasil mengantarkan Indonesia ke podium tertinggi. Tim bulu tangkis putra Indonesia meraih emas pertama Asian Games 2026 setelah mengalahkan Tiongkok 3-2. Penantian 28 tahun akhirnya berakhir. (Dok. PBSI)

JawaPos.com - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyebutkan hasil Kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan momentum untuk mengevaluasi dan membenahi sistem pembinaan olahraga nasional.

"Lima emas (yang diraih Kontingen Indonesia pada Asian Games 2026) tentu harus kita apresiasi. Tetapi jangan berhenti pada pertanyaan apakah target tercapai," kata Raja Sapta Oktohari dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Tim Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan mengoleksi lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Perolehan emas tersebut melampaui target pemerintah sebanyak empat emas. Namun, seluruhnya datang dari empat cabang olahraga, yakni bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.

Oktohari mengajak semua pihak untuk tidak berhenti mempertanyakan pencapaian target. Baginya, pertanyaan yang lebih penting adalah meningkatkan perolehan medali emas menjadi berlipat-lipat serta bagaimana kita memperluas jumlah cabang olahraga yang mampu berprestasi di level elite.

Menurutnya, keberhasilan empat cabang tersebut justru perlu dipelajari secara lebih mendalam untuk menemukan faktor yang membuat mereka mampu menghasilkan prestasi.

Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan itu, kata dia, harus dibedah lebih dalam mulai dari pembinaan, scouting, kompetisi, pelatih, sport science, dukungan organisasi hingga ekosistemnya.

"Kalau kita tahu faktornya, kita bisa mencari apa yang relevan untuk cabang olahraga lain," katanya.

Okto juga menilai Indonesia tidak kekurangan talenta dengan dukungan populasi besar, ribuan sekolah dan klub, serta keragaman potensi fisik. Menurutnya, persoalan yang dihadapi terletak pada menemukan, menempatkan, dan mengembangkan talenta secara tepat.

"Kalau setelah diuji dengan pendekatan sport science seorang atlet ternyata lebih cocok di cabang lain, kenapa harus takut memindahkannya? Kepentingan nasional harus lebih besar daripada ego sektoral," katanya.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore