Alwi Farhan. (Dok. BNI)
"Pastinya, saya belum pernah mendapatkan gelar 750. Saya masih sangat berambisi dan berburu gelar 750. Tapi setiap babak juga memiliki tantangan sendiri-sendiri, jadi saya harus fokus dulu game by game," kata Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.
Alwi datang ke Japan Open dengan modal positif setelah menjuarai Super 500 Australian Open 2026. Meski demikian, pemain berusia 21 tahun itu mengakui kondisi fisiknya sempat menurun setelah tampil di Australia.
"Alhamdulillah, persiapannya cukup baik. Memang ada beberapa kondisi yang dari kemarin habis dari Australia juga sempat sakit, mungkin karena kecapekan juga. Ada masih fatigue-fatigue di bagian tertentu, tapi progresnya cukup baik dan saya rasa saya siap menghadapi Japan Open dan China Open," ujar Alwi.
Pada babak awal Japan Open, Alwi akan menghadapi tunggal putra tuan rumah Kenta Nishimoto. Pertemuan dengan pemain senior Jepang itu menjadi ujian awal bagi Alwi untuk menjaga momentum di tengah ambisi mengejar gelar level Super 750.
Alwi sudah dua kali bertemu Nishimoto dan belum pernah meraih kemenangan. Namun kini, ia datang dengan bekal pengalaman dan kematangan yang berbeda.
"Karena dia pemain senior juga, beberapa kali ketemu tapi sudah di tahun lalu. Saya rasa Alwi sekarang yang berbeda daripada tahun lalu. Jadi saya akan mempersiapkan diri saya dan kasih performa terbaik," kata Alwi.
Alwi menyebut perkembangan terbesarnya dalam beberapa turnamen terakhir terdapat pada pengalaman, ketenangan, dan mental bertanding. Ia merasa makin terbiasa menghadapi karakter lawan yang berbeda-beda di level elite.
"Saya sudah mulai merasakan banyak pengalaman, banyak musuh-musuh yang berbeda juga. Mungkin dari segi experience, segi ketenangan, dan juga mentalitas pertandingan memang saya merasa cukup berprogres positif," ujar Alwi.
Ia mengatakan tidak ingin menempatkan pemain-pemain senior dunia sebagai sosok yang terlalu tinggi untuk dihadapi. Menurut dia, rasa hormat kepada lawan tetap harus ada, tetapi keinginan untuk menang tidak boleh hilang saat berada di lapangan.
"Bukan berarti nggak respek, cuma jangan terlalu menghargai lawan sedemikian rupa karena saya harus menempatkan diri saya bahwa saya bisa melawan mereka juga. Jadi pastinya menghargai, tapi saya punya keinginan untuk menang juga," kata Alwi.
"Ketika sudah di lapangan, senior atau junior, semuanya ingin memiliki kemenangan yang sama. Jadi ketika sudah di lapangan, semuanya fight saja," ujar dia menambahkan.
Japan Open 2026 juga menjadi kesempatan bagi Alwi untuk kembali menguji konsistensi setelah meraih gelar Super 500. Ia mengatakan akan tampil habis-habisan di Jepang, tetapi tetap menjaga fokus pada setiap babak yang harus dilewati.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022