
Alwi Farhan. (Dok. PBSI)
JawaPos.com - Gelar juara Australia Open 2026 menjadi pembuktian bagi Alwi Farhan. Pebulu tangkis 21 tahun itu bangkit dari periode sulit dengan berpegang pada filosofi sederhana. Dia menyebutnya ilmu ketapel.
Alwi sempat menjadi sorotan setelah Indonesia gagal lolos dari fase grup Piala Thomas 2026. Kekalahannya dari wakil Prancis Alex Lanier membuat dirinya menerima banyak kritik dari publik.
Namun, tekanan tersebut justru menjadi bahan bakar bagi Alwi untuk berkembang. Dalam tiga turnamen terakhir, dia mampu finis di posisi ketiga Singapore Open, menembus 16 besar Indonesia Open, dan akhirnya meraih gelar Australian Open 2026.
"Saya percaya dengan kejadian seperti itu, saya menjadi pribadi yang lebih kuat lagi. Ibarat ketapel, ditarik ke belakang untuk bisa melesat lebih jauh," ujar Alwi.
Menurut Alwi, kritik yang diterimanya setelah Piala Thomas tidak membuat mentalnya runtuh. "Banyak yang mengkritik setelah Thomas Cup. Saya memang sangat terpukul, tetapi itu tidak membuat saya down. Justru itu yang membangun mental saya menjadi lebih kuat," tegasnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
