
Korban kekerasan seksual oleh Ashari, kiai sekaligus pengasuh Salah seorang korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, , Pati, Jateng, menemui Hotman Paris Hutapea di Jakarta pada Kamis (7/5). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dalam pertemuan antara pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dengan salah seorang korban kiai cabul di Pati, Jawa Tengah (Jateng), turut hadir mantan pegawai di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo. Dia menceritakan kesaksian atas perilaku bejat Anshari.
Lelaki yang enggan namanya disebutkan itu menyampaikan bahwa dirinya sudah bekerja dengan Anshari sejak 2008. Pekerjaan tersebut terus dia lakoni sampai 2018 meski di awal-awal masa kerjanya, Anshari sudah pernah didemo karena dugaan kasus kekerasan seksual.
Sambil menahan tangis, mantan pegawai pelaku kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati itu mengungkapkan penyesalannya. Dia mengaku, selama bekerja selalu merasa dekat dengan Allah SWT. Padahal dia menyaksikan sendiri perbuatan terlarang Anshari kepada para korban.
”Setiap orang yang dekat dengan si iblis ini, itu memang merasa seolah-olah dia itu dekat dengan Allah. Jadi, selama saya dekat sama dia, itu di hati ini mengeluarkan Allah, Allah, Allah, seolah-olah itu dekat dengan Allah,” kata dia dengan suara bergetar.
Selama mengasuh Ponpes Ndolo Kusumo, pelaku mencitrakan dirinya sebagai orang suci. Dia meyakinkan para santri dan jamaahnya akan mendapat jalan menuju surga. Namun, pegawai tersebut menyatakan bahwa ucapan itu tidak dibarengi dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.
”Iya, iya (dia merasa) orang suci,” ucap dia saat ditanyai oleh Hotman dan awak media.
Setelah 10 tahun bekerja, dia baru menyadari ada yang salah. Sehingga memutuskan undur diri dari pekerjaannya di ponpes tersebut. Kini, dia menjadi salah seorang saksi yang menyatakan pernah melihat kiai cabul itu memanggil santriwati di malam hari untuk bersetubuh.
”Selama di pondok itu (pelaku) bergantian (membawa santriwati) itu nginepnya sama anak-anak gonta-ganti,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa pelarian Ashari berakhir hari ini. Sempat buron dan memutus komunikasi, polisi meringkus kiai cabul itu di wilayah Wonogiri. Adalah Tim Satreskrim Polresta Pati yang berhasil membekuk pelaku kekerasan seksual terhadap banyak santriwati Ponpes Ndolo Kusumo tersebut.
Penangkapan pelaku menjadi titik terang bagi kasus kekerasan seksual yang tengah berjalan. Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi mengkonfirmasi keberhasilan timnya dalam memburu tersangka. Ashari ditangkap di daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur (Jatim) setelah mangkir dari panggilan penyidik.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
