
Veda Ega Pratama saat menjalani Moto3 Hungaria 2026 di Balaton Park. Pembalap Honda Team Asia finis posisi ke-16 setelah terdampak long lap penalty dan gagal meraih poin. (Dok. Honda Team Asia)
JawaPos.com — Veda Ega Pratama mengalami balapan terburuknya di Moto3 Hungaria 2026 setelah finis posisi ke-16 di Balaton Park dan gagal meraih poin. Pembalap Honda Team Asia itu sebenarnya sempat menembus posisi enam besar, tetapi hukuman long lap penalty, bendera merah pada lap terakhir, serta hasil klasemen yang merugikan membuat perjuangannya berakhir pahit.
Moto3 Hungaria 2026 menghadirkan dua cerita berbeda bagi para pembalap muda.
Di satu sisi, Maximo Quiles tampil dominan dengan meraih kemenangan kelima musim ini, sementara di sisi lain Veda Ega Pratama harus menerima hasil paling mengecewakan sepanjang musim debutnya.
Pembalap Indonesia berusia 17 tahun tersebut mengakhiri balapan di posisi ke-16 atau satu tingkat di luar zona poin.
Hasil itu membuatnya pulang tanpa tambahan angka dari Balaton Park dan turun ke posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026.
Fakta pertama, Veda Ega Pratama sebenarnya menunjukkan performa menjanjikan pada fase awal balapan. Meski memulai lomba dari grid kesembilan, dia mampu melakukan start agresif hingga naik ke posisi keenam.
Momentum positif itu berubah drastis saat Veda harus menjalani long lap penalty pada lap ketiga. Hukuman tersebut merupakan konsekuensi dari pelanggaran yang terjadi saat sesi kualifikasi sehari sebelumnya.
Long lap penalty membuat pembalap bernomor 9 itu kehilangan banyak posisi sekaligus terputus dari rombongan depan. Dari yang semula berada di kelompok pembalap teratas, Veda langsung melorot hingga posisi ke-17.
Dampaknya sangat besar karena Moto3 dikenal sebagai kelas yang mengandalkan slipstream dan pertarungan kelompok.
Ketika kehilangan kontak dengan grup depan, peluang untuk kembali bersaing memperebutkan posisi terbaik menjadi jauh lebih sulit.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
