
Veda Ega Pratama pulang ke Gunungkidul dan mengenang Pasar Sapi Siyono Harjo yang berjasa di awal kariernya. (Dok. Honda Team Asia)
JawaPos.com — Dari parkiran Pasar Sapi Siyono Harjo di Gunungkidul, Veda Ega Pratama mengawali mimpi menjadi pembalap dunia. Kini setelah mencetak sejarah di Moto3, pembalap Indonesia itu kembali mengunjungi tempat yang menjadi saksi langkah pertamanya menuju lintasan Grand Prix.
Pembalap berusia 17 tahun itu telah mencatat sejarah sebagai rider Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix Moto3 bersama Honda Team Asia. Saat pulang ke kampung halaman pada Juni 2026, Veda mengaku masih menyempatkan diri mengunjungi tempat yang menjadi saksi awal perjalanan kariernya.
Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mengaku masih menyempatkan pulang ke Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengunjungi Pasar Sapi Siyono Harjo sebelum kembali menjalani rangkaian balapan internasional.
Kepulangan Veda kali ini berlangsung singkat setelah berbulan-bulan menjalani aktivitas balap di luar negeri. Selain berkumpul bersama keluarga, dia juga harus mengurus visa sebelum kembali ke Eropa.
"Senang bisa kembali, bisa merasakan masakan Indonesia lagi," kata Veda, Selasa (9/6/2026).
Meski hanya sekitar satu pekan berada di Indonesia, Veda memilih menghabiskan waktu bersama keluarga dan kembali mengunjungi Pasar Sapi Siyono Harjo yang memiliki makna khusus dalam perjalanan kariernya.
Pasar Sapi Siyono Harjo bukan sekadar lokasi latihan bagi Veda Ega Pratama. Tempat tersebut menjadi saksi lahirnya mimpi seorang anak Gunungkidul yang bercita-cita tampil di ajang balap motor dunia.
Dalam profil resminya, MotoGP mencatat Veda mulai mengikuti balapan pertama saat berusia enam tahun. Ketika itu, dia berlatih menggunakan motor mini di area parkir Pasar Sapi Siyono Harjo di bawah bimbingan sang ayah, Sudarmono.
Sudarmono merupakan mantan pembalap nasional yang memperkenalkan dunia balap kepada Veda sejak usia dini. Ia juga menjadi sosok penting yang mendampingi perkembangan karier putranya dari level lokal hingga internasional.
Bagi Veda, kembali ke lokasi tersebut menjadi cara untuk mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui. Tempat sederhana itu menjadi fondasi penting sebelum dirinya dikenal di lintasan balap dunia.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
