
Pebulu tangkis tunggal putra Denmark Viktor Axelsen. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Legenda bulu tangkis dunia asal Denmark, Viktor Axelsen, angkat bicara soal perubahan sistem skor dari 3x21 menjadi 3x15. Axelsen menilai keputusan yang dibuat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tersebut berpotensi menghilangkan drama pertandingan sekaligus meminimalkan unsur taktik dalam permainan.
Sistem skor 3x15 akan tetap menggunakan best of three (tiga gim) serta rally point, namun setiap gimnya hanya akan dimainkan hingga mencapai 15 poin. Lain cerita dengan format yang ada sekarang ini dengan skor mencapai 21 serta rally point. Format baru yang telah disahkan BWF itu akan resmi berlaku mulai 4 Januari 2027.
Baca Juga:Pep Guardiola Pernah Tegaskan Phil Foden Tak Boleh Dijual Manchester City: 500 Juta Euro Juga Ogah!
Aturan baru BWF tersebut hingga kini menuai pro dan kontra. Tak sedikit yang setuju dengan format baru yang mempersingkat jalannya pertandingan, namun ada juga yang mengkritik peraturan sistem skor baru tersebut.
Axelsen, mantan pebulu tangkis nomor satu dunia, menjadi salah satu figur yang mengkritik aturan baru WBF tersebut. Legenda bulu tangkis Denmark itu menyebut pertaturan tersebut akan menghilangkan beberapa aspek yang biasanya terjadi dalam pertandingan bulu tangkis seperti momen comeback.
“Saya pikir itu adalah perubahan besar bagi olahraga ini. Saya pikir kita akan kehilangan beberapa aspek daya tahan (endurance) dan beberapa momen comeback selama pertandingan dan hal-hal seperti itu. Saya rasa kita akan kehilangan itu dengan pengaturan 15 poin,” kata Axelsen saat ditemui wartawan, dikutip Senin (25/5/2026).
Axelsen menilai pertandingan yang hanya mencapai 15 poin akan menghilangkan bumbu drama dan berkurangnya taktik dalam permainan. Menurutnya, akan sulit bagi seorang atlet untuk menciptakan momen comeback jika poin akhir hanya mencapai 15, bukan 21.
“Saya rasa kita akan kehilangan drama dan taktik sedikit. Saya suka sejarah yang ada dalam sebuah pertandingan, Anda tahu, itu bisa naik dan turun. Meskipun Anda tertinggal 11-5 atau semacamnya, Anda bisa bangkit kembali,” ujar Axelsen.
“Itu sangat sulit jika Anda hanya bermain sampai 15 poin. Tapi mungkin saya salah. Saya rasa itu bukan perubahan terbaik untuk olahraga ini, tapi mari kita lihat, mungkin saya salah,” tambahnya.
Bicara soal fisik, Axelsen merasa bahwa aturan skor 3x15 justru tidak menantang bagi seorang atlet. Namun yang menarik, atlet tersebut harus siap sejak awal pertandingan, mengingat jarak poin akhir yang hanya mencapai 15.
Baca Juga:Pep Guardiola Akhiri Era Kejayaan di Manchester City, Ini Pesan Khusus untuk Penggantinya!
“Saya rasa secara fisik tidak akan semenantang 21 poin, tetapi akan ada lebih banyak kejutan selama turnamen berlangsung menurut saya, terutama di awal. Anda harus siap sejak awal dan Anda tidak boleh terlalu santai. Jadi kita akan lihat bagaimana kelanjutannya,” pungkas Axelsen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022