Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 03.04 WIB

Viktor Axelsen Kritik Perubahan Sistem Skor 3x15 BWF: Hilangkan Drama dan Taktik!

Pebulu tangkis tunggal putra Denmark Viktor Axelsen. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pebulu tangkis tunggal putra Denmark Viktor Axelsen. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Legenda bulu tangkis dunia asal Denmark, Viktor Axelsen, angkat bicara soal perubahan sistem skor dari 3x21 menjadi 3x15. Axelsen menilai keputusan yang dibuat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tersebut berpotensi menghilangkan drama pertandingan sekaligus meminimalkan unsur taktik dalam permainan.

Sistem skor 3x15 akan tetap menggunakan best of three (tiga gim) serta rally point, namun setiap gimnya hanya akan dimainkan hingga mencapai 15 poin. Lain cerita dengan format yang ada sekarang ini dengan skor mencapai 21 serta rally point. Format baru yang telah disahkan BWF itu akan resmi berlaku mulai 4 Januari 2027.

Aturan baru BWF tersebut hingga kini menuai pro dan kontra. Tak sedikit yang setuju dengan format baru yang mempersingkat jalannya pertandingan, namun ada juga yang mengkritik peraturan sistem skor baru tersebut.

Axelsen, mantan pebulu tangkis nomor satu dunia, menjadi salah satu figur yang mengkritik aturan baru WBF tersebut. Legenda bulu tangkis Denmark itu menyebut pertaturan tersebut akan menghilangkan beberapa aspek yang biasanya terjadi dalam pertandingan bulu tangkis seperti momen comeback.

“Saya pikir itu adalah perubahan besar bagi olahraga ini. Saya pikir kita akan kehilangan beberapa aspek daya tahan (endurance) dan beberapa momen comeback selama pertandingan dan hal-hal seperti itu. Saya rasa kita akan kehilangan itu dengan pengaturan 15 poin,” kata Axelsen saat ditemui wartawan, dikutip Senin (25/5/2026).

Axelsen menilai pertandingan yang hanya mencapai 15 poin akan menghilangkan bumbu drama dan berkurangnya taktik dalam permainan. Menurutnya, akan sulit bagi seorang atlet untuk menciptakan momen comeback jika poin akhir hanya mencapai 15, bukan 21.

“Saya rasa kita akan kehilangan drama dan taktik sedikit. Saya suka sejarah yang ada dalam sebuah pertandingan, Anda tahu, itu bisa naik dan turun. Meskipun Anda tertinggal 11-5 atau semacamnya, Anda bisa bangkit kembali,” ujar Axelsen.

“Itu sangat sulit jika Anda hanya bermain sampai 15 poin. Tapi mungkin saya salah. Saya rasa itu bukan perubahan terbaik untuk olahraga ini, tapi mari kita lihat, mungkin saya salah,” tambahnya.

Bicara soal fisik, Axelsen merasa bahwa aturan skor 3x15 justru tidak menantang bagi seorang atlet. Namun yang menarik, atlet tersebut harus siap sejak awal pertandingan, mengingat jarak poin akhir yang hanya mencapai 15.

“Saya rasa secara fisik tidak akan semenantang 21 poin, tetapi akan ada lebih banyak kejutan selama turnamen berlangsung menurut saya, terutama di awal. Anda harus siap sejak awal dan Anda tidak boleh terlalu santai. Jadi kita akan lihat bagaimana kelanjutannya,” pungkas Axelsen.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore