
Pertandingan final MLSC Banjarmasin Seri 2 2025 – 2026 KU-12 di Green Yakin Soccer Field, Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (3/5). (Istimewa)
JawaPos.com–Antusiasme ratusan peserta pada penyelenggaraan perdana MilkLife Soccer Challenge (MLSC) di Banjarmasin memperkuat sinyal kebangkitan sepak bola putri nasional melalui meluasnya pembinaan usia dini ke berbagai daerah di Indonesia. MLSC Banjarmasin Seri 2 2025 – 2026 diselenggarakan Bayan Peduli di Green Yakin Soccer Field, Banjar, Kalimantan Selatan, pada 30 April hingga 3 Mei.
”Kita mencari bibit-bibit terbaik supaya sepak bola putri mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa depan,” kata Wakil Gubernur Kalimantan Selatan yang juga Ketua Asprov PSSI Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman seperti dilansir dari Antara.
Turnamen MLSC Banjarmasin Seri 2 musim 2025-2026 itu diikuti 661 siswi dari 49 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar. Para peserta tergabung dalam 62 tim yang terdiri atas 30 tim kategori usia 10 tahun dan 32 tim kategori usia 12 tahun.
Besarnya jumlah peserta di kota yang baru pertama kali menjadi tuan rumah itu menunjukkan sepak bola putri tidak lagi terpusat di kota-kota besar, melainkan mulai berkembang di berbagai wilayah. Kondisi tersebut dianggap penting untuk memperluas basis pembinaan pemain muda nasional.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge Jacksen F Tiago menyebut potensi pemain putri di wilayah Kalimantan sangat besar dan perlu dijaga melalui kompetisi yang berkelanjutan. Menurut dia, makin banyak daerah yang memiliki turnamen rutin, makin besar pula peluang Indonesia menemukan talenta-talenta baru untuk jenjang yang lebih tinggi.
”Tujuan MLSC hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri. Kami berharap semakin banyak sekolah sepak bola yang fokus kepada pembinaan pemain putri,” ujar Jacksen.
Dia menambahkan, sekitar 25 pemain terbaik dari Banjarmasin akan mengikuti program latihan tambahan intensif. Mereka berpeluang tampil pada ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah.
Masuknya Banjarmasin ke jaringan kota penyelenggara menambah luas jangkauan kompetisi yang sebelumnya juga bergulir di sejumlah daerah lain. Langkah itu dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri nasional dari level akar rumput.
Dari hasil pertandingan, SDN Pagatan Besar menjuarai kategori usia 10 tahun setelah mengalahkan SDN Sungai Andai 4 dengan skor 1-0.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022