
Marc Marquez (Ducati Corse)
JawaPos.com - Marc Marquez kembali harus menunda keinginan untuk meraih kemenangan perdana saat race utama di MotoGP musim ini. Dalam balapan terakhir di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (27/4), pembalap Ducati Lenovo itu justru terjatuh di tikungan 11. Padahal, balapan baru berjalan dua lap dan dia masih bersaing di barisan depan.
Dalam empat seri MotoGP yang dilalui, Marc bahkan belum sekalipun mencicipi podium race utama. Paling baik, dia ‘hanya’ finis di posisi keempat di Sirkuit Goiania, Brasil. Pembalap 33 tahun itu sekarang masih berada di posisi kelima klasemen sementara.
“Saat saya melewati garis finis di lap kedua, saya melihat Alex (Marquez). Saya berkata pada diri sendiri: Hari ini, dia bukan saingan saya. Dia selangkah lebih maju. Pertarungan saya adalah untuk posisi ketiga atau keempat,” beber Marquez dikutip dari GPOne.
Ya, Marc sebetulnya tidak berharap muluk di Jerez. Alex Marquez, yang kembali berhasil meraih kemenangan, memang lebih diunggulkan. Namun, hasil yang didapat Marc justru lebih buruk dari perkiraan.
“Tahun lalu saya jatuh di sini karena saya terlalu memaksakan diri. Namun tahun ini, saya mengerem lebih awal. Alasannya tidak jelas, tetapi 90 persen kecelakaan adalah kesalahan pembalap. Jadi, saya pasti telah melakukan sesuatu yang salah,” tuturnya.
Belum Nyaman dengan Motor
Lebih lanjut, Marc mengakui jika dia belum sepenuhnya nyaman dengan motor yang dia gunakan.
“Saat ini, saya belum merasa seperti tahun lalu. Tahun lalu saya membalap dengan lebih alami, saya selalu berada dalam posisi yang baik dengan motor. Namun tahun ini, saya tidak bisa melakukannya,” ujarnya tanpa menyebut kendala yang pasti.
Yang jelas, Marc merasa belum bisa bicara soal gelar juara dunia. “Saat ini, kami belum memiliki level untuk membicarakan gelar juara. Setiap akhir pekan kami kehilangan poin, setiap hari Minggu kami menderita, dan ketika ini terjadi, itu berarti ada sesuatu yang hilang,’’ paparnya.
Meski kecewa dengan hasil di Jerez, tapi Marquez menilai ada hal positif. Setidaknya, motor
Ducati masih menunjukkan kecepatan cukup kompetitif.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
