
Aksi Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana Saat Bertanding di Thomas Cup 2024. /Sumber foto: BADMINTONPHOTO
JawaPos.com – Tim putra Indonesia melakukan perombakan saat menghadapi Thailand pada fase grup Thomas Cup 2026 kemarin. Tim Merah Putih merombak komposisi sektor ganda putra dengan menurunkan pasangan baru di tengah pertandingan krusial.
Perubahan itu terjadi setelah Muhammad Shohibul Fikri tidak berada dalam kondisi terbaik. Padahal, semula Fajar Alfian dijadwalkan turun bersama Fikri menghadapi Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul. Namun, tim pelatih akhirnya memilih mengistirahatkan Fikri agar tidak mengambil risiko lebih besar.
Sebagai solusi, Fajar dipasangkan dengan Nikolaus Joaquin dan ditempatkan sebagai ganda kedua. Keputusan itu diambil setelah tim pelatih menilai kombinasi tersebut sebagai opsi paling ideal untuk menjawab kebutuhan pertandingan.
Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Antonius Ariantho menegaskan, perubahan pasangan dilakukan murni karena pertimbangan teknis dan kesiapan pemain. Dia ingin memastikan setiap partai diisi atlet yang benar-benar siap bertarung. ‘
’Kami menurunkan pemain yang berada dalam kondisi paling siap untuk menghadapi pertandingan melawan Thailand,” ujar Antonius.
Baca Juga:Eko Purdjianto Minta Maaf, Sinyal Dipecat usai Gagal Bawa PSMS Medan Kalahkan Adhyaksa FC?
Menurut dia, keputusan menduetkan Fajar dengan Joaquin juga melalui pertimbangan matang. Karakter permainan Fajar dinilai sangat sesuai dengan kondisi arena di Horsens, yang membuat laju shuttlecock bergerak cepat.
Selain faktor teknis lapangan, pengalaman panjang Fajar di level tertinggi internasional menjadi modal penting. Antonius percaya, kehadiran Fajar di lapangan dapat membantu Joaquin tampil lebih tenang dan percaya diri dalam pertandingan yang sarat tekanan.
”Dari segi pengalaman dan jam terbang, kami meyakini bahwa Fajar mampu membantu Joaquin untuk tampil secara optimal. Terutama apabila pertandingan menjadi penentu kemenangan,” tegasnya.
Antonius menambahkan, pergantian pasangan seperti ini bukan hal baru di lingkungan Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Dalam latihan harian, para pemain sudah cukup sering menjajal berbagai variasi kombinasi ganda sehingga siap menghadapi situasi darurat sewaktu-waktu.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
