
Satu dari dua kekalahan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di musim reguler Proliga 2026 datang saat menghadapi Jakarta Popsivo Polwan. (Dok. Instagram/@popsivopolwan)
JawaPos.com - Kemenangan 3-1 atas Jakarta Electric PLN Mobile pada Kamis (16/4) lalu di GOR Jatidiri, Semarang bukan hanya memastikan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia meraih satu tiket ke grand final Proliga 2026. Laga kelima final four tersebut juga menunjukkan jika Phonska mampu tampil kompetitif meski turun dengan skuad pelapis.
Ya, setelah memastikan kelolosan dengan memenangi dua set pertama, pelatih Phonska Alessandro Lodi merotasi hampir seluruh pemainnya di set ketiga. Ajeng Nur Cahaya dan Bella Sabrina yang biasanya turun hanya sebagai serve specialist, tampil penuh sejak set ketiga.
Baca Juga:Tantang Real Sociedad di Final Copa del Rey, Atletico Madrid Ingin Akhiri Penantian 13 Tahun!
Selain itu, sejumlah pemain binaan lain seperti Nabila Purwita, Putri Nur Hidayanti Agustin, Dhea Cahya Pitaloka dan Siti Romadhani juga mendapat kesempatan. Tanpa duo pemain asing Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko, Phonska masih mampu merebut set keempat yang sekaligus memastikan kemenangan 3-1.
Lodi senang dengan performa pemain pelapis tersebut. “Kami memberi kesempatan bermain kepada pemain muda. Mereka berlatih dengan baik dan mereka menunjukkan di lapangan bahwa mereka bisa bermain,” kata Lodi. “Jadi bagi saya, ini seperti kebahagiaan atau kepuasan ganda melihat mereka memenangkan pertandingan,” lanjutnya.
Lebih membahagiakan lagi, deretan pemain pelapis Phonska mampu mengatasi perlawanan Electric yang diperkuat pemain level Eropa seperti Kara Bajema dan Neriman Ozsoy. Kedua pemain dengan pengalaman mumpuni di liga Turki dan Italia tersebut memang mencetak 23 poin. Tapi, dengan persentase serangan masing-masing hanya 46 dan 39 persen.
Hasil itu bisa jadi modal bagi Phonska untuk menatap grand final yang dimulai pekan depan di GOR Amongrogo, Jogjakarta. “Ketika bermain melawan Kara Bajema, Neriman Ozsoy dan para pemain starter tim final four, sedangkan kami hanya memainkan enam pemain (lapis) kedua, seharusnya kami akan kalah 25-5,” kata Lodi.
Sebelum rangkaian grand final, Phonska masih akan menjalani satu laga final four terakhir di Semarang melawan Jakarta Pertamina Enduro pada Minggu (19/4).
Sementara, satu tim asal Jawa Timur lain di sektor putra, yakni Surabaya Samator akan menghadapi laga terakhir final four sore hari ini melawan Jakarta Garuda Jaya. Samator telah dipastikan gagal melaju ke final usai kalah 0-3 dari Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, Kamis (16/4).

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
