
George Russell unggul di Shanghai. (Instagram @mercedesamgf1)
JawaPos.com – Sprint race Grand Prix Tiongkok 2026, Sabtu (14/3), menegaskan satu hal: pengelolaan ban bisa jadi kunci. Dalam situasi itu, George Russell keluar sebagai pemenang sprint lewat pertarungan ketat melawan duo Ferrari, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.
Duo Mercedes pun kembali menjadi unggulan utama saat race hari ini. Sebab, Kimi Antonelli, rekan satu tim Russell, juga merebut pole GP Tiongkok dengan catatan waktu 1 menit 32,064 detik. Di usia 19 tahun, 6 bulan, 18 hari, dia memecahkan rekor peraih pole termuda dalam sejarah Formula 1 milik Sebastian Vettel.
Suhu di Sirkuit Internasional Shanghai kemarin sebenarnya tidak terlalu panas, sekitar 28 derajat celsius. Tetapi kombinasi layout, terutama di tikungan 1 yang panjang, plus angin kencang yang terus berubah arah, membuat pengelolaan ban tetap menjadi faktor penentu. Terlihat, sepanjang sprint banyak pembalap berusaha menjaga ban depan kiri mereka tidak aus.
Russell mengakui tantangan manajemen ban itu. “Saat ini cuaca sangat berangin. Tidak mudah karena tikungan pertama sangat panjang. Dan hanya butuh satu lap untuk push terlalu keras dan ban depan kiri bisa langsung hancur,” kata Russell saat wawancara di parc ferme.
Ucapan Russell memang tampak jelas di lintasan. Hamilton, yang sempat memimpin, harus kehilangan kecepatan di akhir karena mengalami degradasi ban depan kiri. Leclerc, rekan satu timnya di Ferrari, memanfaatkan situasi tersebut untuk menyalip ke posisi kedua.
“Kecepatan mereka (Mercedes) di lintasan lurus sedikit di atas, tetapi saya rasa saya sudah memberikan perlawanan yang bagus, hanya saja ban kiri saya aus sehingga saya tidak bisa mempertahankan posisi,” kata Hamilton.
Pada akhirnya, sesi sprint di Shanghai kemarin tidak hanya ditentukan kecepatan, tetapi juga siapa yang paling jeli mengelola ban.
Leclerc, yang naik dari posisi keenam ke runner-up, mengakui sejak awal dia sudah mencoba mengelola ban depan kiri. “Ya, saya mengatur strategi, tetapi saya cukup senang dengan balapan ini. Saya rasa kecepatannya cukup kuat,” ucap Leclerc.
Lebih lanjut, keberhasilan Ferrari finis kedua dan ketiga bisa jadi pertanda persaingan musim ini bakal berlangsung ketat. Meski begitu, Leclerc merasa Ferrari masih perlu meningkatkan performa agar lebih kompetitif pada balapan utama.
“Saya senang melihat kecepatan kami (saat sprint) hampir sama dengan Mercedes dibanding kecepatan saat kualifikasi,” tutur Leclerc.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
