Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Maret 2026 | 13.44 WIB

Shanghai Jadi Ujian Regulasi Baru F1, Karakter Sirkuit  Lebih Kompleks Ketimbang Balapan Pembuka di Melbourne

Charles Leclerc, pembalap F1 dari tim Ferrari (Dok. Formula1.com) - Image

Charles Leclerc, pembalap F1 dari tim Ferrari (Dok. Formula1.com)

JawaPos.com – Balapan pembuka Formula 1 2026 di Grand Prix Australia pekan lalu (8/3) belum memberi gambaran utuh tentang dampak regulasi teknis baru. Karakter Sirkuit Albert Park, Melbourne, yang relatif minim zona pengereman keras membuat mobil kesulitan memaksimalkan sistem pemulihan energi sepanjang balapan.

Akibatnya, sejumlah pembalap terlihat mengangkat pedal gas lebih awal atau menurunkan gigi di trek lurus hanya untuk membantu pengisian baterai. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan: apakah banyaknya aksi salip-menyalip di Melbourne benar-benar mencerminkan karakter mobil 2026? atau sekadar efek mobil yang cepat kehabisan energi?

Karakter Sirkuit  Lebih Kompleks

Nah, gambaran yang lebih jelas diperkirakan muncul pada Grand Prix Tiongkok di Sirkuit Internasional Shanghai akhir pekan nanti (15/3). Berbeda dengan Melbourne, Shanghai memiliki beberapa zona pengereman berat serta rangkaian tikungan kecepatan menengah.

Karakter tersebut membuat Shanghai termasuk ke dalam lintasan dengan tingkat pemulihan energi tinggi menurut klasifikasi FIA. Sesuai aturan, dalam sesi kualifikasi di Shanghai akhir pekan ini, mobil dapat memulihkan energi hingga sekitar 9 megajoule (MJ) per lap. Angka itu lebih tinggi dari Melbourne yang dibatasi hanya 7 MJ.

Direktur single-seater FIA Nikolas Tombazis mengatakan, perbedaan batas tersebut dibuat agar pembalap bisa mengurangi manuver tidak natural di lintasan. ”Kami ingin memastikan pembalap tidak perlu mengisi ulang energi di trek lurus, atau melakukan hal-hal aneh seperti mengerem terlalu awal hanya untuk mengisi baterai,” kata Tombazis seperti dikutip dari The Race.

”Ini untuk melindungi kualitas kualifikasi, memastikan bahwa sesi ini menjadi ajang unjuk kecepatan murni, bukan sekadar latihan manajemen energi,” imbuhnya.

Peluang Ferrari Dekati Mercedes

Pada balapan pembuka di Melbourne, Mercedes tampil dominan dengan finis 1-2 melalui George Russell dan Andrea Kimi Antonelli. Ferrari harus puas di posisi ketiga dan keempat lewat Charles Leclerc dan Lewis Hamilton.

Akhir pekan ini, duo Ferrari punya kans untuk mendekat. Apalagi, Shanghai dinilai lebih cocok dengan karakter mobil Ferrari yang kuat di tikungan cepat. Hal itu sempat diungkapkan pembalap McLaren sekaligus juara dunia tahun lalu, Lando Norris.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore