
Charles Leclerc, pembalap F1 dari tim Ferrari (Dok. Formula1.com)
JawaPos.com – Balapan pembuka Formula 1 2026 di Grand Prix Australia pekan lalu (8/3) belum memberi gambaran utuh tentang dampak regulasi teknis baru. Karakter Sirkuit Albert Park, Melbourne, yang relatif minim zona pengereman keras membuat mobil kesulitan memaksimalkan sistem pemulihan energi sepanjang balapan.
Akibatnya, sejumlah pembalap terlihat mengangkat pedal gas lebih awal atau menurunkan gigi di trek lurus hanya untuk membantu pengisian baterai. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan: apakah banyaknya aksi salip-menyalip di Melbourne benar-benar mencerminkan karakter mobil 2026? atau sekadar efek mobil yang cepat kehabisan energi?
Karakter Sirkuit Lebih Kompleks
Nah, gambaran yang lebih jelas diperkirakan muncul pada Grand Prix Tiongkok di Sirkuit Internasional Shanghai akhir pekan nanti (15/3). Berbeda dengan Melbourne, Shanghai memiliki beberapa zona pengereman berat serta rangkaian tikungan kecepatan menengah.
Karakter tersebut membuat Shanghai termasuk ke dalam lintasan dengan tingkat pemulihan energi tinggi menurut klasifikasi FIA. Sesuai aturan, dalam sesi kualifikasi di Shanghai akhir pekan ini, mobil dapat memulihkan energi hingga sekitar 9 megajoule (MJ) per lap. Angka itu lebih tinggi dari Melbourne yang dibatasi hanya 7 MJ.
Direktur single-seater FIA Nikolas Tombazis mengatakan, perbedaan batas tersebut dibuat agar pembalap bisa mengurangi manuver tidak natural di lintasan. ”Kami ingin memastikan pembalap tidak perlu mengisi ulang energi di trek lurus, atau melakukan hal-hal aneh seperti mengerem terlalu awal hanya untuk mengisi baterai,” kata Tombazis seperti dikutip dari The Race.
”Ini untuk melindungi kualitas kualifikasi, memastikan bahwa sesi ini menjadi ajang unjuk kecepatan murni, bukan sekadar latihan manajemen energi,” imbuhnya.
Peluang Ferrari Dekati Mercedes
Pada balapan pembuka di Melbourne, Mercedes tampil dominan dengan finis 1-2 melalui George Russell dan Andrea Kimi Antonelli. Ferrari harus puas di posisi ketiga dan keempat lewat Charles Leclerc dan Lewis Hamilton.
Akhir pekan ini, duo Ferrari punya kans untuk mendekat. Apalagi, Shanghai dinilai lebih cocok dengan karakter mobil Ferrari yang kuat di tikungan cepat. Hal itu sempat diungkapkan pembalap McLaren sekaligus juara dunia tahun lalu, Lando Norris.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022