
Pebulu tangkis Thailand, Ratchanok Intanon menjuarai Kumamoto Masters 2025 usai mengalahkan gregoria Mariska Tunjung di final. (Dok. PBSI)
JawaPos.com - Pebulu tangkis putri Thailand Ratchanok Intanon baru saja menjuarai Kumamoto Masters 2025, Minggu (16/11). Gelar tersebut ia sabet usai memecundangi wakil Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 22-20.
Sehari sebelum naik podium, Ratchanok sempat beromansa sejenak dengan mengenang persaingannya dengan pebulu tangkis Jepang, Nozomi Okuhara. Kedua pemain tersebut bersua di partai semifinal, di mana Ratchanok sukses melangkah ke final usai menang 21-18, 10-21 dan 21-14.
Pada masanya, Ratchanok dan Nozomi termasuk dalam jajaran pemain top dunia dan langganan angkat trofi. Keduanya sudah mempersembahkan begitu banyak gelar untuk negara mereka selama berkarir kurang lebih 14 tahun di dunia tepok bulu angsa, termasuk gelar Juara Dunia.
Selama itu pula, Ratchanok dan Nozomi sudah kerap kali berjibaku di lapangan. Bersua pertama kali pada 2011 pada ajang World Junior Championships 2011, kedua pemain yang kini sama-sama berusia 30 tahun tersebut sudah bertemu sebanyak 20 kali.
Dari jumlah itu, Nozomi tercatat unggul dalam head to head di mana ia menang 12 kali, sementara Ratchanok hanya mampu mengalahkannya 8 kali. Keduanya pun sama-sama pernah menghuni ranking 1 dunia. Saat ini, Ratchanok masih bertengger di ranking 9, sementara Nozomi sudah merosot ke ranking 32.
Meski sudah melewati masa prima masing-masing dan dihantam cedera yang membuat performa mereka turun, Ratchanok merasa Nozomi masih menjadi lawan yang tangguh.
"Nozomi tidak banyak berubah dari permainan. Tapi mungkin dia agak kurusan sekarang, ya," kata Ratchanok seperti dilansir dari laman resmi BWF.
Ratchanok pun menyadari bahwa persaingan sekarang sudah jauh berbeda karena lawan mereka adalah para pebulu tangkis top yang masih muda.
"Kami sudah tua sekarang. Makanya, kami betul-betul harus menjaga kebugaran tubuh jika ingin terus bersaing dengan pemain-pemain muda saat ini," katanya lagi.
Ratchanok berhasil membuktikan ketangguhan dan keuletannya hari ini. Menghadapi Gregoria Mariska Tunjung yang hampir memaksanya memainkan gim ketiga, ia tetap bisa bermain dengan tenang dan taktis sebelum kemudian merengkuh trofi juara yang sudah lama tidak ia rasakan.
"Tidak ada tekanan apapun. Aku mengeluarkan semua kemampuanku di lapangan," ujarnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
