La Grande Indonesia membentangkan spanduk
JawaPos.com - Kelompok suporter La Grande Indonesia (LGI) melontarkan sindiran kepada PSSI saat mendukung perjuangan Timnas Futsal Indonesia melawan Australia. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan 'Jangan Ganti Souto dengan Patrick' di Indonesia Arena.
La Grande Indonesia jadi salah satu kelompok suporter Timnas Indonesia yang hadir langsung di Indonesia Arena. Kelompok suporter itu datang untuk mendukung perjuangan skuad futsal Garuda dalam melakoni uji coba kontra Australia pada Sabtu (1/11).
Dari awal, LGI tak henti-hentinya berteriak dan menyuarakan dukungan kepada Garuda. Mereka juga sempat menunjukkan sedikit aksi koreografi dengan mengibarkan bendera Merah Putih di sisi tribune utara Indonesia Arena.
Teriakan dan nyanyian LGI membuat Indonesia Arena terus bergemuruh. Timnas Futsal Indonesia pun menjadi lebih bersemangat dalam bermain dan akhirnya berhasil mengalahkan Australia dengan skor 3-1. Tiga gol Garuda dicetak oleh Reza Gunawan dan brace Wendy Brian Ick.
Menariknya lagi, La Grande Indonesia ternyata bukan hanya menyuarakan dukungan kepada Timnas Futsal Indonesia. Di tengah laga, tepatnya menjelang akhir, mereka sempat membentangkan spanduk putih bertuliskan sebuah kalimat.
"Jangan Ganti Souto dengan Patrick," demikian bunyi spanduk dari La Grande Indonesia.
Spanduk LGI ini langsung mencuri perhatian seluruh penonton yang hadir. Sebab, kalimat itu merupakan sebuah sindiran kepada PSSI, yang merupakan induk sepak bola di Indonesia, yang juga menjadi tempat Federasi Futsal Indonesia bernaung. Ya, Timnas Futsal Indonesia dan FFI masih menjadi bagian dari PSSI.
Sindiran itu disinyalir sebagai bentuk kekecewaan LGI terhadap PSSI, yang sebelumnya telah mengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia menjadi Patrick Kluivert. Padahal, Garuda saat itu sedang bagus-bagusnya bersama Shin Tae-yong.
Nah, LGI berharap PSSI tak melakukan hal serupa di futsal. Yakni tidak mengganti Hector Souto yang lagi merajut mimpi di Timnas Futsal Indonesia dengan pelatih lain secara mendadak dan di tengah proses pengembangan.
Hector Souto sebagai pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia pun merespons aksi LGI. Ia awalnya menanggapi dengan candaan, lalu mengatakan enggan berbicara banyak terkait sindiran tersebut.
"Untuk seorang striker, jauh lebih baik untuk Patrick (daripada saya)," kata Souto sembari bercanda menanggapi spanduk tersebut.
"Saya tidak punya komentar untuk itu. Bagaimana Anda bisa bicara tentang itu? Maaf saya harus mengatakan ini, tapi ini bukan budaya. Oke, budaya sportif. Kita harus menghormati semua orang, bisa kalah, bisa menang, bisa berbohong, bisa tidak disukai. Tapi, pada akhirnya semua orang berusaha sebaik mungkin," tambahnya.
Menurut Souto, Patrick Kluivert pasti sudah mengusahakan yang terbaik saat menjadi pelatih Timnas Indonesia. Namun, pada akhirnya skuad Garuda gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Nah, Souto merasa hal itu bisa saja terjadi pada dirinya. Dia bisa saja dipecat seketika oleh FFI karena gagal memenuhi target. Termasuk dalam waktu dekat seandainya skuad Garuda gagal di SEA Games 2025.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
