
Fajar Alfian enggan terlalu jauh membicarakan peluang lolos ke BWF World Tour Finals 2025 bersama dengan Muhammad Shohibul Fikri. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Fajar Alfian enggan berbicara terlalu jauh mengenai peluangnya bersama Muhammad Shohibul Fikri lolos ke BWF World Tour Finals 2025. Pebulu tangkis ganda putra itu cukup realistis peluangnya kecil dan berharap ada keajaiban untuk tampil di ajang penutup tahun.
Duet Fajar/Fikri mencuri perhatian penggemar bulu tangkis dunia, khususnya Indonesia. Sebab pasangan ganda putra anyar itu langsung menonjol meski baru dipasangkan pada pertengahan Juli.
Dalam empat turnamen, Fajar/Fikri sudah meraih gelar juara BWF World Tour Super 1000 China Open 2025 dan runner-up S50p Korea Open. Sementara pada dua ajang lain, duet binaan PB SGS PLN Bandung mampu menembus perempat final S750 Japan Open 2025 dan semifinal S75p China Masters 2025.
Capaian dan prestasi itu membuat ranking BWF Fajar/Fikri melesat. Mereka untuk sementara duduk di peringkat 34 dunia, dan dalam ranking BWF World Tour Finals 2025 menempati posisi ke-29.
Secara matematis, peluang Fajar/Fikri untuk lolos ke BWF WTF 2025 masih terbuka. Tapi kansnya sangat tipis dan kecil mengingat rangkaian turnamen elite BWF World Tour 2025 menyisakan delapan lagi.
Fajar Alfian menyadari kecilnya peluang tersebut. Apalagi, dia juga membocorkan hanya akan ikut empat dari delapan ajang yang tersisa dalam BWF World Tour tahun ini.
"WTF karena kita telah start ya menurut saya. Kalah start dan kita juga sekarang enggak ikut Finlandia (Arctic Open, S500) enggak ikut. Mungkin enggak ikut Kumamoto (Japan Masters, S500) juga kan karena masalah visa," kata Fajar Alfian ditemui di Istora Senayan, Sabtu (4/10).
"Jadi, kans ada, tapi memang sedikit banget. Karena kan kita baru empat turnamen, nah sisa empat turnamen dari delapan turnamen kan total," tambahnya.
Perhitungan turnamen dalam BWF WTF 2025 diketahui menggunakan poin hasil maksimal 14 turnamen. Sementara Fajar/Fikri, kemungkinan hanya mengikuti delapan ajang saja sampai akhir tahun sebelum turnamen penutup.
"Jadi memang selisihnya terlalu jauh. Kecuali memang lawannya maksimumnya sepuluh dan kami ikut delapan, it's okay, kami masih bisa mengejar. Menurut saya seperti itu. Tapi ya tidak ada yang tidak mungkin ya. Semoga aja ada keajaiban," terang eks partner Muhammad Rian Ardianto ini.
Lebih lanjut Fajar membocorkan sejumlah turnamen yang akan diikuti olehnya bersama Fikri hingga akhir tahun. Tiga di antaranya adalah tur Eropa.
Yakni S750 Denmark Open (14-19 Oktober), S750 French Open (21-26 Oktober), hingga S500 Hylo Open (28 Oktober-2 November). Sementara satu turnamen lain masih belum diungkapkan oleh Fajar.
"Jadi sekarang ada waktu seminggu. Seminggu dari sekarang buat persiapan ketiga turnamen Eropa. Semoga hasilnya bisa bagus. Yang terutama bisa konsisten ya. Karena yang namanya konsisten itu yang paling sulit sih menurut saya," tutupnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
