Erick Thohir menjawab pertanyaan bernada keraguan terkait komitmennya sebagai Menpora RI meski merangkap jadi Ketua Umum PSSI. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyampaikan kepada semua pihak untuk tak meragukan kapabilitas dan profesionalismenya, meski merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Dia menyebut hal itu tak perlu diragukan.
Erick Thohir telah resmi menjadi Menpora RI. Dia telah menyelesaikan proses serah terima jabatan (Sertijab) dari Dito Ariotedjo di Auditorium Wisma Kemenpora, pada Kamis (18/9), tepat sehari setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto.
Penunjukkan ini menimbulkan pro dan kontra. Sebab, Erick masih berstatus sebagai Ketua Umum PSSI, induk olahraga sepak bola yang secara hierarki di bawah naungan Kemenpora.
Situasi ini kemungkinan adanya konflik kepentingan. Dikhawatirkan terdapat intervensi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap federasi olahraga.
Erick Thohir pun menjawab keraguan itu. Dia memamerkan rekam jejaknya di bidang olahraga selain sepak bola.
"Gini, kalau saya alhamdulillah pernah di bawah, di tengah, naik, turun, gitu kan. Saya pernah Ketua Perbasi, saya pernah Ketua KOI. KOI itu mayungin basket sama bola atau nggak ya? Semua itu, jadi udah pernah. Jadi don't worry," kata Erick usai resmi jadi Menpora RI.
"Ya, kita pernah punya Asian Games yang sangat sukses. Kebetulan hari ini masih dipercaya sama FIFA. Ya, jadi saya rasa jangan pernah pertanyakan keberpihakan saya kepada olahraga. Ya, karena track record saya di olahraga cukup baik," tambahnya.
Sebelum menjadi Ketua Umum PSSI, Erick memang pernah memegang jabatan penting di bidang olahraga. Mulai dari Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) periode 2006–2010, Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) periode 2006–2019.
Pada saat yang sama, Erick juga menjadi Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI)/NOC Indonesia periode 2015-2019 dan Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee/I NASGOC (2018).
Erick Thohir juga memamerkan dirinya pernah menjadi Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Menariknya, saat itu dia bekerja sama dengan Taufik Hidayat, Wamenpora RI, saat ini yang kala itu masih aktif bermain.
"Saya sama Wamen ini pernah berjuang mati-matian, ya. Jadi, saya tadi sampaikan, saya hadir di sini tidak mau memimpin, tapi mau melayani, mengayomi. Tapi, tadi kita harus semua introspeksi diri, harus menyatukan diri, targetnya apa," jelas Erick.
"Jadi, bukan target saya, target sama-sama. Bahkan, saya tadi minta seluruh Menpora yang hari ini hadir, kita akan ajak malam sama Pak Dito untuk bedah roadmap masing-masing Pak Menpora sebelumnya seperti apa," pungkasnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
